TAPAKTUAN – Rapat pleno KIP Aceh Selatan menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 5 Muzakir Manaf – TA Khalid menempati urutan pertama perolehan suara terbanyak. Namun unggul tipis dari dua paslon lainnya yaitu nomor urut 1 Tarmizi Karim Machsalmina Ali dan paslon nomor urut 6 Irwandi Yusuf Nova Iriansyah.
Berdasarkan data rekapitulasi hasil penghitungan suara yang telah mendapat pengesahan rapat pleno, Muzakir Manaf TA Khalid mampu meraup sebanyak 35.507 suara. Sedangkan Tarmizi Karim Machsalmina Ali sebanyak 33.640 suara. Sementara Irwandi Yusuf Nova Iriansyah sebanyak 33.118 suara. Berikutnya paslon nomor urut 2, Zakaria Saman HT Alaidinsyah sebanyak 1.904, paslon nomor urut 4, Zaini Abdullah Nasaruddin sebanyak 1.355 dan terakhir paslon nomor urut 3, Abdullah Puteh Sayed Mustafa 1.028 suara.
Pantauan di lokasi, jalannya rapat pleno tingkat kabupaten di bawah pengawalan ketat puluhan anggota TNI/Polri tersebut berjalan aman dan lancar. Namun dari enam kandidat paslon gubernur dan wakil gubernur, hanya ada tiga saksi paslon yang hadir mengikuti jalannya rapat pleno yakni saksi paslon nomor urut 1, atas nama T Mudasir, paslon nomor urut 5 atas nama Zulfata dan paslon nomor urut 6 atas nama Ali Zamzami. Sedangkan saksi dari paslon nomor urut 2, 3 dan 4 hingga selesainya rapat pleno tidak tampak hadir.
Sebanyak 200 aparat TNI/Polri yang terdiri dari pasukan Batalyon 115 Macan Leuser dan Brimob BKO Polda Bengkulu dikerahkan untuk mengawal rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara pilkada gubernur dan wakil gubernur Aceh tahun 2017 tingkat kabupaten oleh KIP Aceh Selatan di Gedung Pertemuan Rumoh Agam, Tapaktuan, Kamis, 23 Februari 2017.
Pantauan di lokasi, sejak pukul 10.00 WIB ratusan pasukan TNI/Polri sudah siaga di sekitar Gedung Rumoh Agam. Bahkan sebagian aparat terlihat menyisir seputaran perkarangan rumah penduduk di sekitar rumoh agam.
Sedangkan terhadap setiap undangan termasuk pejabat daerah dan wartawan yang masuk ke dalam rumoh agam tempat rapat pleno berlangsung diperiksa oleh polisi menggunakan metal detector.
Bahkan awak media yang hendak masuk meliput rapat pleno sempat tertahan beberapa saat di pintu masuk rumoh agam. Hal ini karena Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan AKP Darmawanto melarang wartawan masuk dengan alasan lokasi acara di dalam gedung sedang disterilkan. Wartawan akhirnya baru di izinkan masuk sekitar pukul 10.30 WIB saat rapat pleno sudah dimulai.
Rapat pleno tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua KIP Aceh Selatan, Khairunis Absyir, didampingi empat komisioner KIP lainnya masing-masing Saiful Bismi, Syamsuardi, Edi Saputra dan Nasri Zahnury.
Pembukaan rapat pleno ini dihadiri Wakil Bupati Aceh Selatan Kamarsyah, Ketua DPRK T Zulhelmi, Kapolres AKBP Achmadi SIK, Dandim 0107 Letkol Hari Mulyono, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri Tapaktuan, Ketua Mahkamah Syariah serta Ketua dan anggota Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih).
Selain itu, juga hadir para saksi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, ketua dan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) serta ketua dan anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam).[]




