IDI RAYEK – Nelayan tradisional Gampông Peudawa Puntong, Kecamatan Idi Rayek, Aceh Timur, mengeluhkan kondisi muara dangkal sehingga boat kesulitan keluar masuk kuala. Hal ini diungkapkan Sofyan, nelayan setempat saat ditemui portalsatu.com, Rabu, 13 Januari 2016.
Ini boat kami belum bisa melaut kalau air belum pasang. Lokasi kuala di sini masih sangat dangkal, kalau kita paksakan diri takutnya berakibat fatal, ujar Sofyan.
Sofyan mengatakan, kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas nelayan sehingga perputaran ekonomi tersendat. Pendapatan kami hanya di situ, katanya.
Ia berharap pemerintah mengatasi persoalan tersebut dengan perluasan kuala supaya para nelayan dapat beraktivitas secara normal. Ini penting agar kami bisa lancar melaut setiap harinya, tidak harus menunggu jam 12.00 malam untuk melaut, kapan kami dapat ikan, kapan kami bawa pulang belanja untuk anak ucap Sofyan.[] (*sar)


