BANDA ACEH – Tokoh masyarakat asal Aceh Utara, Muhammad Yusuf, menilai masih terlalu dini untuk menjadikan kota kecil seperti Pantonlabu sebagai kota Daerah Otonom Baru (DOB).
“Jarak kota Panton Labu dengan Lhoksukon, sebagai ibukota Aceh Utara hanya lebih kurang 20 kilometer,” kata Yusuf saat diwawancarai portalsatu.com/ di Banda Aceh, Sabtu, 21 Juli 2018.
Ditanya soal apakah adanya terindikasi kepentingan politik terdadap ide dan gagasan pemekaran kabupaten tersebut, putra asli Aceh Utara tersebut mengatakan dalam masalah tersebut ia tidak melihat ada indikasi ke arah itu.
“Namun yang penting, kalau menurut saya Kabupaten Aceh Utara yang semakin kecil janganlah diperkecil lagi. Kita bisa melihat contoh pemekaran kota Lhokseumawe dari Aceh Utara yang hingga sekarang masih sulit untuk dapat mandiri. Apalagi kota Panton Labu,” kata Yusuf, yang merupakan seniman Aceh penulis Hiem Apa Kaoy, atau sering disapa ‘Apa Kaoy’ .
Untuk mendongkrak Aceh Utara menjadi berkembang, Yusuf mengatakan, Aceh Utara sebenarnya banyak potensi ekonomi yang memungkinkan untuk dikelola dan dikembangkan, seperti lahan pertanian sebenarnya luas dan subur, demikian juga sektor perikanan.
“Dengan kondisi Aceh utara yang ekonminya makin terpuruk, seharusnya pemerintah setempat mengevaluasi manajemen dan kinerja jajarannya,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Komite Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Panton Labu, Hendra Nurdin, menyerahkan berkas proposal Persiapan Pemekaran Calon DOB Kota Panton Labu kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk. H. Muharuddin, S.Sos.I, di ruang kerjanya, Jumat, 20 Juli 2018.[]



