Karya: Jamaluddin Sulaiman
Senyap
Berbaris sepi di rimba kaca berdebu
Ada yang dari tangan terlepas, atau tersentak merampas
Terpelanting
Mengapa engkau diam dari bercerita
Engkaukah saksi sejarah pantai meriam berderu itu
Hai, siapa tuanmu besi tipis, ku yakin engkau telah banyak mengiris
Engkaukah yang telah memenggal cahaya mata kami atau engkau yang telah ditundukkan?
Kemarin Tengku Chik telah syahid, ini jalan yang pernah dilalui,
Bayang-bayang itu sangat dekat, ini ceritanya perang
Hari ini kami menatapmu di saat zaman telah berganti dari panah dan tombak berubah jadi timah-timah yang melesat dalam pandang sekelip
Pedang, engkau abadi sebagai penanda waktu
Engkau adalah sejarah yang menjadi narasi dalam catatan-catatan kitab tebal bergulung atau terhampar
Ratusan sejarawan telah mencatat nama-nama yang pernah menggenggammu
Loh Angen, 13 Mei 2020/ Ramadhan 1441 H



