ACEH UTARA – Komisi E DPRK Aceh Utara menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan perwakilan komite sekolah, dewan guru dan wali murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Seunuddon, PGRI dan tokoh masyarakat, di gedung dewan setempat, Jumat, 8 Maret 2019, sore. Sedangkan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara tidak hadir dalam RDP tersebut.
Komisi E mengadakan RDP itu merespons sikap keberatan komite sekolah, dewan guru, wali murid SDN 5 Seunuddon, dan tokoh masyarakat terhadap kebijakan Disdikbud memutasi Kepala SDN 5 Seunuddon, Ismuhar, ke sekolah lain, belum lama ini.
RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi E DPRK Aceh Utara, Tgk. Junaidi alias Tgk. Juned, didampingi Wakil Ketua II DPRK, Zubir HT., anggota Komisi E, Ismed Nur Aj. Hasan, Hasanusi, dan Marwan Yahya.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Seunuddon, Rustami, S.Pd., mengatakan, sejumlah guru mendatangi DPRK untuk menyampaikan aspirasi agar Ismuhar dikembalikan ke SDN tersebut. Pasalnya, kata dia, Ismuhar baru menjabat kepala sekolah itu sekitar satu tahun.
“Dewan guru di SDN 5 Seunuddon sangat kecewa atas dipindahnya kepala sekolah tersebut. Seharusnya beliau (Ismuhar) tetap menjadi kepala sekolah itu minimal dua tahunlah. Dan, tadi kita melihat keluhan (aspirasi) yang disampaikan ini, pihak DPRK Aceh Utara menyambut baik dan akan dimediasi dengan pihak Disdikbud Aceh Utara,” kata Rustami kepada portalsatu.com/, usai pertemuan di gedung DPRK itu.
Ketua Komisi E DPRK Aceh Utara, Tgk. Juned, menyebutkan, beberapa hari lalu pihaknya menerima surat keberatan dari tokoh masyarakat, ketua komite SDN 5 Seunuddon dan para geuchik terkait kebijakan Disdikbud memutasi Kepala SDN 5 Seunuddon.
Menurut Tgk. Juned, sikap keberatan atas mutasi itu karena Ismuhar baru satu tahun menjadi Kepala SDN 5 Seunuddon. “Sebelumnya di sekolah itu dinilai agak sedikit kurang berjalan proses belajar mengajar, sehingga tokoh masyarakat setempat mencari solusi, makanya ada beliau (Ismuhar) di situ (SDN 5 Seunuddon)”.
“Pak Ismuhar itu sedang membenahi sekolah, baik pendidikan, infrastruktur, dan kerja sama dengan masyarakat begitu baik. Banyak pula program beliau yang semacam ekstrakurikuler di sekolah. Tapi baru satu tahun beliau menjabat sudah dipindahkan ke tempat lain. Menurut tokoh masyarakat setempat, bahwa (mutasi) ini sangat mengganggu proses belajar mengajar, dan tidak lama lagi akan menghadapi Ujian Nasional 2019,” ujar Tgk. Juned.
Oleh karena itu, kata Tgk. Juned, tokoh masyarakat maupun dewan guru setempat berharap Ismuhar tetap menjadi Kepala SDN 5 Seunuddon. “Mereka memohon kepada pemerintah melalui dinas terkait untuk mengembalikan beliau (Ismuhar) ke SDN 5 Seunuddon sebagai kepala sekolah,” katanya.
Dia mengatakan, pihaknya akan memanggil Kepala Disdikbud untuk meminta klarifikasi terkait mutasi tersebut. “Mengapa baru satu tahun menjabat kepala sekolah itu, dipindahkan. Alasannya apa, ini perlu dipertanyakan,” ujar Tgk. Juned.[]




