LHOKSEUMAWE – Empat orang tenaga kesehatan (Nakes) yang dirawat di di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) setelah divaksin, ternyata mengalami demam dan mual karena adanya penyakit penyerta.
Humas RSUCM Aceh Utara Jalaluddin, menjelaskan, pada Senin sore, 15 Februari 2021 ada empat pasien dari Puskesmas Syamtalira Bayu, Meurah Mulia dan Syamtalira Aron yang dirujuk ke rumah sakit tesebut. Mereka adalah para Nakes yang mengamai mual dan deman usai divaksin.
Baca Juga: Lima Nakes Dirawat Usai Divaksin, Ini Penjelasan Kadiskes
Setelah mendapatkan penanganan pertama di Unit Gawat Darurat (IGD), dan dikonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam, diekathui bahwa para Nakes tersebut memiliki riwayat penyakit penyerta.
“Ada juga pernah stroke maka mengalami kebas di kaki, ada yang gejala lambung. Akan tetapi, Alhamdulillah setelah dirawat di ruang Muzdalifah sesuai petunjuk dokter itu keadaannya semakin membaik. Bahkan perawat kepala ruangan selalu konsultasi dengan dokter spesialis, sehingga mereka kondisinya makin membaik,” jelas Jalaluddin, kepada wartawan di RSUCM, Senin malam.
Baca Juga: Usai Divaksin Sejumlah Nakes Dirujuk ke Rumah Sakit.
Jalaluddin menambahkan, sesuai Prosedur Operasi Standar (SOP) di rumah sakit setelah divaksin itu ada masa observasi selama 30 menit. RSUCM sampai Senin, 15 Februari 2021 telah melakukan vaksinasi terhadap 890 orang Nakes, dari jumlah itu tidak ada satu pun yang dirawat.
“Yang mengalami gejala ada beberapa orang, tapi diobservasi sama dokter 30 menit dan Alhamdulillah tidak perlu dirawat. Baru hari ini kami menerima pasien yang mengalami sakit setelah divaksin di Puskesmas. Tentunya tingkat Puskesmas Nakes itu sudah lewat skrining juga, mungkin ada hal-hal tertentu dari keempat pasien yang mendapatkan perawatan di RSUCM ini,” ungkapnya.[]




