LHOKSEUMAWE – Seorang narapidana perkara narkoba yang sedang dirawat di ruang sal Rumah Sakit PMI Lhokseumawe dikabarkan kabur, Senin, 11 September 2017, dini hari. Penghuni Lapas Kelas IIA Lhokseumawe itu sempat ke kamar mandi sebelum menghilang.
Kalapas Lhokseumawe Elly Yuzar dihubungi portalsatu.com, Selasa, 12 September 2017, mengakui, seorang warga binaan kabur saat dirawat di RS PMI yaitu Junaidi, 40 tahun, napi pindahan asal Langsa. Kata Elly, Junaidi menderita penyakit komplikasi lever dan jantung akut.
Kami tidak menyangka kalau Junaidi kabur. Saat dirawat kondisinya sangat lemah karena baru sadar dari koma empat hari. Badannya bengkak karena dua penyakit itu sehingga tangannya tidak bisa kami borgol. Selama di rumah sakit, dia dijaga seorang petugas Lapas, ujar Elly.
Elly menyebutkan, kasus Junaidi melarikan diri sudah dilaporkan ke Kanwil Kemenkumham di Banda Aceh, dan saat ini sejumlah petugas dikerahkan untuk mencarinya.
Menurut Elly, Junaidi yang memiliki riwayat penyakit lever dan jantung dilarikan ke rumah sakit, setelah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di klinik Lapas, Rabu, 6 September 2017. Setelah mendapat perawatan beberapa hari di ruangan ICU, dia sadar dari koma. Lalu, atas petunjuk dokter, dia dipindahkan ke ruangan sal, Sabtu, 9 September.
Elly menjelaskan, selama di ruangan ICU, Junaidi sempat ditemani istri, karena menurut dokter kondisi pasien sudah parah sehingga harus ada keluarga yang menemani. Namun, setelah dipindahkan ke ruangan sal, istrinya kembali ke kampung dan hanya ditemani oleh petugas.
Saya heran, kenapa dia bisa kabur, padahal kondisinya masih sangat lemah. Ditambah lagi badan yang masih bengkak, bahkan jarum untuk memasukkan makanan masih terpasang di lengannya. Kami dulu pernah dituduh tidak manusiawi karena memborgol napi saat dirawat di RS, tapi ini akibatnya, walau sebenarnya lengan Junaidi tidak bisa diborgol karena bengkak. Jadi, ke depan saya akan tetap borgol napi yang dirawat di luar, apapun itu alasannya agar tidak terulang lagi, kata Elly.[]



