LHOKSEUMAWE- Komunitas “Al-Birru” menyerahkan kunci rumah kepada Bahrensyah atau Nek Baren, 76 tahun, warga duafa di Dusun Sejahtera, Desa Uteun Bayi, Lhokseumawe, Sabtu, 24 Maret 2018 sore. Penyerahan itu sebagai tanda rumah sudah selesai dibangun dan siap dihuni oleh nenek yang hidup sebatangkara tersebut.

Ketua Komunitas Al-Birru, Ustaz Ikhwansyah, M.A., kepada portalsatu.com/ menjelaskan, selesainya rumah itu berkat sumbangan ikhlas dari masyarakat serta kerja keras relawan yang bekerja selama lima hari empat malam. Sebelumnya Nek Baren menghuni rumah papan lapuk beberapa meter dari rumah yang baru selesai dibangun.

“Alhamdulillah, sore ini kita serahkan kunci, disaksikan oleh sejumlah penyumbang dana, material dan tenaga. Ini rumah kesembilan yang  kita bedah, Insya Allah ke depan kita akan bedah rumah ke-10,” jelas Ustaz Ikhwansyah didampingi Bendahara Komunitas Al-Birru, Jalaluddin, SKM., M.Kes., dan Herman Ibrahim sebagai koordinator lapangan.

Pada acara penyerahan itu ikut hadir Ustaz H. Syahrial Razali Ibrahim, Lc., M.A., Ph.D., akademisi yang juga dai, Ketua Pemuda Gampong Uteun Bayi, Ismuha, Tuha Peut Uteun Bayi, Anwar Haiva, beberapa donatur dan warga sekitar.

Sementara itu Herman Ibrahim berharap bantuan dari masyarakat tidak berhenti sampai di situ, karena saat ini sangat banyak duafa di Lhokseumawe masih menghuni gubuk jauh dari kata layak. Terutama duafa yang menempati lahan orang lain sehingga kesulitan mendapatkan bantuan rumah dari pemerintah.

“Saya mewakili relawan Al-Birru mengucapkan banyak terima kasih kepada semua dermawan yang telah ikhlas membantu hingga rumah Nek Baren selesai kita bangun, semoga Allah membalas semua amal ibadah kita,” ucapnya.

Herman menambahkan, dalam waktu dekat  ia bersama relawan akan membedah rumah Abdullah, warga duafa yang menghuni gubuk reyot bersama istri dan dua anaknya di Lorong H. Hasan, Gampong Utuen Bayi, Lhokseumawe.

“Bapak Abdullah penarik becak motor, tinggal di rumah kecil mirip gubuk bersama istri dan dua anaknya, kini beliau sakit sehingga tidak bisa mencari nafkah,” jelas Herman.

Mirisnya lagi,kata Herman, gubuk Abdullah berada di lahan milik orang lain. Gubuk itu tanpa sekat di dalamnya, hanya ada tabir dari plastik bekas pemisah ruang tidur dan dapur. Anaknya sering tidur di luar, karena rumah sangat sempit.

Untuk donasi bisa langsung menghubungi nomor HP atau ke WhatsApp 085260704567 atas nama Ustaz Ihkwansyah, M.A. Jika ingin membantu dalam bentuk dana bisa ditransfer ke nomor rekening BRI Lhokseumawe 004301048408505 atas nama Drs. Ikhwansyah, M.A.

“Bila ada yang ingin menyumbang dalam bentuk material silakan hubungi nomor ketua, atau bisa diantar langsung ke lokasi, kami siap menerima dalam jumlah seiklasnya. Bahkan bila ada yang ingin membantu paku bekas, seng bekas, kayu bekas tidak masalah karena semua itu sangat berguna untuk membantu terbangunnya rumah Pak Abdullah,” pungkas Herman.[]