IDI RAYEK – Fatimah, 65 tahun, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya di Gampong Pante Panah Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Jumat, 1 April 2016 sekitar pukul 08.30 WIB. Keluarga menduga korban tewas karena tindak kekerasan.
“Saya dapat informasi dari salah satu tetangga, bahwa tadi pagi wawak dibilang sudah meninggal. Secara pribadi saya tidak yakin karena kondisi wawak kemarin sore masih sehat saat bertemu dengan saya sekitar pukul 18.00 sore,” ujar Jamaliyah, salah satu kerabat korban ketika diwawancarai portalsatu.com di ruang UGD RSU Zubir Mahmud.
Jamaliyah mengaku terpukul dengan musibah tersebut. Dia menduga korban meninggal karena dibunuh. Pasalnya saat ditemukan, di leher Fatimah terdapat seutas tali.
“Seperti tali jemuran. Kemudian seluruh isi kamar sudah berantakan, setelah itu cincin yang wawak pakai sudah hilang di jarinya, kemudian juga pintu belakang rumah terbuka,” kata Jamaliyah.
Korban selama ini hidup sebatang kara di rumah tersebut. Suaminya sudah lama meninggal dunia. Fatimah memang memiliki anak, tetapi jarang sekali pulang menjenguk ibunya.
“Anaknya itu jualan di Keude Karona dan sudah berkeluarga,” kata Jamaliyah.
Jamaliyah berharap polisi mengusut tuntas penyebab kematian korban. Dia juga sudah melaporkan secara resmi kasus kematian Fatimah ke kantor polisi terdekat.
“Mudah-mudahan polisi segera menemukan pelakunya,” kata Jamaliyah.
Secara terpisah, Kapolres Aceh Timur, AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu, mengaku sedang menangani kasus tersebut. “Jenazahnya sudah dibawa ke RSU Zubir Mahmud untuk diotopsi, sementara perkembangan selanjutnya, tim sedang bekerja di lapangan,” kata AKP Budi.[](bna)



