BANDA ACEH – Salmiah, 75 tahun, ditemukan tewas di dalam sumur rumahnya di Gampong Lampasie Engking, Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar, Selasa, 16 Agustus 2016 sekitar pukul 09.00 WIB. Jenazahnya ditemukan oleh anak korban, Samsuar, yang kemudian melaporkannya kepada Polsek Darul Imarah.
“Pertama kali ditemukan sudah mengapung di dalam sumur rumahnya,” ujar Kapolsek Darul Imarah, AKP Ramlan.
Salmiah kesehariannya bekerja sebagai tukang urut bayi. Dia diduga menjadi korban perampokan.
“Kematian Nek Salmiah masih diselidiki. Namun kuat dugaan korban dibunuh dan dirampok,” kata Ramlan.
Dugaan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, berdasarkan informasi keluarga, kalung emas milik korban seberat 33 gram atau 10 mayam ikut raib. “Hanya sisa kait kalung saja yang berada di tempat tidur korban,” katanya.
Kapolsek Darul Imarah mengatakan kronologis penemuan mayat Salmiah ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu ada seseorang yang ingin menggunakan jasa urut korban.
“Setelah memanggil korban berkali-kali namun tidak ada jawaban,” katanya mengutip keterangan Samsuar.
Merasa curiga, keluarga korban kemudian mencari Salmiah di dalam rumah. Sesaat berada di kamar, mereka melihat ada bercak darah dan kait kalung berbentuk peniti di tempat tidur.
“Setelah mencari-cari lebih mendalam, Nek Salminah ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam sumur rumahnya yang tertutup rapat,” kata Ramlan.
Jasad korban kini dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin untuk divisum. “Kasus ini masih diselidiki, tapi kita belum bisa berasumsi. Dugaan sementara Nek Salminah dirampok dan dibunuh,” kata Ramlan.[](bna)




