Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaOmbudsman Aceh Beri...

Ombudsman Aceh Beri Penghargaan untuk Komunitas Cet Langet dan ERPA

BANDA ACEH – Ombudsman RI Perwakilan Aceh kali ini memberikan penghargaan kepada dua komunitas yang peduli terhadap pelayanan publik. Keduanya yaitu Edi Fadhil melalui komunitas Cet Langet yang terkenal dengan program rumah bagi warga miskin, dan komunitas Emergency Relawan Patwal Aceh (ERPA) yang mengawal ambulans ke setiap rumah sakit di Banda Aceh.

Penghargaan tersebut diserahkan Kepala Ombudsman Aceh, Dr. Taqwaddin Husin, di kantornya, Rabu, 23 Desember 2020.

Taqwaddin menyatakan kedua komunitas itu selama ini telah melaksanakan sebagian tugas pemerintah untuk pelayanan publik. Tidak menutup kemungkinan tahun depan ada komunitas lain yang juga akan mendapatkan apresiasi dari lembaga negara tersebut.

“Kami memberikan apresiasi kepada kedua komunitas ini karena telah banyak berbuat kepada publik, dan bisa jadi tahun depan komunitas lain juga akan kita berikan,” kata Taqwaddin.

Edi Fadil menyebutkan saat ini komunitas Cet Langet telah membangun 104 rumah layak huni, dan beasiswa untuk 235 siswa. Selain itu telah membangun empat sekolah di pedalaman Aceh, musala, serta bantuan modal usaha. 

Dia menyampaikan bahwa dirinya hanya sebagai penghubung antara dermawan dan relawan. Jadi seluruh dana yang terkumpul, tidak pernah digunakan untuk operasional tim. “Saya hanya sebagai connecting people, pelakunya adalah pengusaha dan relawan,” ujar Edi.

“Program ini terinspirasi dari salah satu anak kurang mampu yang mempunyai cita-cita tinggi di pedalaman Aceh Utara, dan anak tersebut sekarang sedang kuliah dengan beasiswa dari komunitas Cet Langet,” tambah dia.

Sementara tim dari ERPA menuturkan relawannya saat ini sudah hadir hampir setiap kabupaten/kota di Aceh. Anggotanya mencapai 90 orang. 

Komunitas ERPA terbentuk pada tahun 2017 lalu, setelah melihat banyaknya pengguna jalan yang kurang kesadaran memprioritaskan jalur bagi ambulans bahkan juga kepada pihak pemadam kebakaran. Sehingga mereka berinisiatif membantu dalam hal tersebut, yang seharusnya merupakan bagian dari tugas pemerintah.

“Kami ingin mengedukasi kepada masyarakat bahwa betapa pentingnya memberikan jalan kepada mobil ambulans, hal tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas,” kata Alta Zaini, penasihat ERPA didampingi Teuku Romi Pahlevi, Wakil Ketua ERPA dan beberapa relawan lainnya yang hadir ke Kantor Ombudsman Aceh.

Kedua komunitas tersebut mengucapkan terima kasih kepada Ombudsman Aceh yang telah mengapresiasi kerja mereka selama ini. Sehingga menjadi semangat dan motivasi untuk meningkatkan kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Di pengujung acara, Kepala Ombudsman Aceh menyampaikan bahwa teruslah bekerja melayani masyarakat. Bersinergi dengan berbagai pihak guna kelancaran aktivitas di lapangan.

Taqwaddin mengatakan kegiatan-kegiatan relawan guna memudahkan masyarakat merupakan tugas mulia. “Memudahkan orang lain maka Tuhan akan memudahkan kita, ingat itu,” pungkas Taqwaddin di akhir pertemuan yang bersahaja tersebut.

Sebelumnya, Ombudsman Aceh telah menyerahkan penghargaan kepada PT PLN Aceh, Wali Kota Banda Aceh, dan Samsat Banda Aceh.[](rilis)

Baca juga: