Karya: Taufik Sentana
Menyusun Buku Puisi Password Kebahagiaan
Penyuka puisi eksistensial

Otak Orang Moderen

Mungkin isinya sekaleng cinta
Yang segera kadaluwarsa.
Semua makna makna
Terbelenggu dalam genggaman maya.

Otak orang orang moderen adalah otak yang sepi
Tapi dipenuhi cairan HP pintar dan baterai isi ulang
Sedang teman setianya adalah mesin pencari.

Kebahagiaan orang moderen terbius materialisme
Kebahagiaanya terkoyak dalam kenangan pendek
Orang orang moderen disesaki gelombang industri dan capaian digitalisasi.

Pendidikan, yang menjadi jargon pengubah kultur, justeru menjadi mesin cetak pencari kerja: usaha usaha kemandirian, kreasi dan inovasi hanyalah jalan kecil yang terselip di otak orang moderen.

Hanya Puisi

Mungkin ianya (puisi ini) menjadi cahaya
Itu mauku, MauNya mungkin juga begitu.
Ya hanya puisi
Seperti kembara Sa’di
Dalam syair dan jejak sufi
Dalam Gulistan dan Bustan
Yang tersimpan sejak abad duabelasan.

Hanya puisi, Sa’di dari tanah Parsi
Mengembara ke tengah timur
Jadilah Taman Buah dan Taman Mawar
Bagi setiap pelancong.

Sepi dan sunyi kian menepi
Lembaran hikmah terus dicacah
Ke siapapun teman jumpa
Dari jelata dan para tuan
Sa’di menerima obrolan mereka
Di pasar pasar atau pinggiran jalan.

Hanya puisi, seorang Sa’ di
Membiarkan dirinya
Bagai ngengat yang terbakar
Guna mereguh cahaya.

Obat Rindu

Apa obat rindumu?
Batu batu tidur
Di atas kenangan.
Burung burung camar
Yang sayapnya basah
Diterpa ombak yang tipis.
Ada hasrat,
Jarak dan tumpuan
Yang dititipkan hujan:
Obat rindu itu terselip
Diantara daun pintu.[]