SUBULUSSALAM – Papan tulis dan sejumlah buku di SDN 9 Kampung Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam dibakar orang tak dikenal pada Kamis malam, 18 Agustus 2016 lalu.

Belum diketahui motif dari aksi tersebut. Kejadian ini juga tidak diketahui banyak orang karena pihak sekolah tidak membuat laporan kepada pihak berwajib.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbupora) Kota Subulussalam, Irwan, kepada portalsatu.com, Rabu, 24 Agustus 2016 mengaku belum mengetahui motif insiden tersebut. Rencananya masalah ini akan dibahas bersama kepala desa, tokoh pemuda setempat dan pihak sekolah.

Ia mengatakan, pembangunan gedung SDN itu dilakukan pada 2015 sebanyak tiga ruang kelas belajar (RKB). Namun setelah selesai dibangun sekitar dua bulan, kaca sekolah dipecahkan oleh OTK.

Ia menambahkan saat dibakar sekolah tersebut belum diisi mobiler, sementara papan tulis yang terbakar itu sumbangan dari SDN Kampung Pasir Panjang yang dibawa ke sekolah tersebut.

“Gedung itu dibangun 2015 dan baru beroperasi tahun 2016, masalah ini akan diselesaikan secara kekeluargaan bersama perangkat kampung,” kata Irwan.

Ia mengatakan saat ini proses belajar mengajar sudah berlangsung normal dan diasuh oleh seorang kepala sekolah dan satu guru honorer. Irwan juga membantah terkait isu yang beredar SDN 9 Lae Oram dibakar, padahal kata dia hanya papan tulis yang terbakar, sehingga tidak mengganggu aktivitas belajar siswa.[](ihn/*sar)

Laporan Dirman Bakongan