BANDA ACEH – Guru besar UIN Ar-Raniry yang mewakili Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, Hasbi Amiruddin mengatakan paham radikalisme dan terorisme sangat mudah berkembang di Aceh.

“Aceh rawan berkembangnya paham terorisme dan radikalisme,” ucap Hasbi dalam sambutannya di acara deseminasi: pedoman peliputan terorisme bagi insan pers, di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Kamis, 8 September 2016.

Hasbi menjelaskan, isu terorisme dan radikalisme sangat mudah berkembang di era modern. Pasalnya, paham dan dogma kebencian sangat mudah menyebar sehingga sulit dikontrol.

Dengan berkembangnya era komputerisasi dan internet, isu terorisme dan paham radikal harus diperhatikan sebaik mungkin. Ia mengatakan paham tersebut bisa menyebar melalui berbagai jaringan sehingga butuh perhatian khusus untuk menindak hal tersebut.

“Buku, postingan facebook atau informasi dunia maya lainnya ada yang secara aktif menyebar kebencian. Kita butuh aksi preventif dalam hal ini,” ucapnya.

Acara yang dilaksanakan atas kerja sama BNPT dan FKPT Aceh itu bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada jurnalis dalam meliput isu yang berhubungan dengan terorisme.

“Seminar ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada jurnalis, humas, mahasiswa atau elemen lainnya bagaimana mengemas isu terorisme,” ucap Arif Ramdan, ketua panitia.

Acara tersebut dihadiri jurnalis dari berbagai media, humas, mahasiswa, akademisi dan beberapa tokoh lainnya. Turut hadir anggota Dewan Pers Imam Wahyudi sebagai pembicara.[]