BIREUEN  – Almuslim Peusangan Bireuen Aceh menjadi tuan rumah konferensi Internasional yang akan membahas tentang potensi Pulau Andaman – Nikobar  dan pulau Weh-Sabang (Aceh, Indonesia).

Kegiatan tersebut dijadwalkan di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan, Kampus Universitas Almuslim Sabtu –Minggu 23-24 April 2016.

Rektor Umuslim Dr. H. Amiruddin Idris,SE., MSi melalui kabag Humas Zulkifli, M. Kom mengatakan bahwa konferensi ini merupakan kegiatan bersifat ilmiah yang kedua dilaksanakaan di Umuslim setelah beberapa bualn lalu sukses menyelenggarakan konferensi yang diikuti para pakar dari sejumlah universitas dari 13 negara.

“Pada konferensi ini fokus pembahasan pada topik bidang perintisan hubungan kerjasama promosi dan perdagangan, pariwisata, industri dengan pemanfaatan keberadaan gugusan Pulau Weh Sabang dan Pulau Andaman- Nikobar India untuk kepentingan kedua negara terutama dalam sektor perdangangan pariwisata, industri dan perikanan,” katanya dalam siaran pers.  

Kegiatan konferensi ini merupakan satu program yang dirintis Direktur Hubungan Internasional Umuslim yang dipimpin Drs.Nurdin Abdurahman,MSi dengan kedutaan besar Indonesia di India  dan merupakan tindak lanjut dari hasil konferensi Internasional yang di ikuti pihaknya beberapa waktu lalu di Jawaharlal Nehru University India jelas H.Amiruddin Idris,SE.,MSi

Rektor Umuslim mengrapkan konferensi ini  dapat menghasilkan pemikiran dan ide cemerlang untuk membangun hubungan kerjasaam yang menguntungkan kedua negara dalam upaya meningkatakan hubungan kerjasaama untuk meningkatakan kesejahteraan rakyat Aceh di masa yang akan datang.

Salah seorang panitia, T. Cut Mahmud Azis menyampaikan bahwa sejumlah tokoh nasional baik dari Kementerian Luar Negeri Indonesia India, Kementerian perdagangan, kepala badan Investasi dan promosi provinsi dan kabupaten/kota, perwakilan dari Kanada, Taiwan, Singapura, India, Indonesia dinas teknis dan para pengusaha dipastikan hadir, semua undangan sudah disebarkan.

Nara sumber yang telah memberikan konfirmasi untuk hadir antara lain Prof.Dr.Iwan pranoto ( Direktur  pendidikan dan kebudayaan atase Kedutaan besar Indonesia di  India), Prof.Hikmahanto Juwana (UI Jakarta), Prof,Dr, Richard Baricello (University of British Columbia, Kanada), Dr.Arifi Saiman (pusat pengkajian dan pengembangan kebijakan kawasan Asia fasifik dan Afrika,), Prof.Nazaruddin Sjamsuddin (pakar politik dan dosen UI) Prof.Dr.Aris Ananta (Fakultas Ekonomi Bisnis UI), , Prof.Dr.Ching Lung Tsay (Tamkang University Taiwan), Dr.Evi Nurvidya (UI), Prof.Dr.Subrata K.Mitra ( pusat studi Asia selatan National university Singapura), Gubernur Bank Indonesia.[]