Sabtu, Juli 13, 2024

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...

Atlet Popda Gayo Lues...

BLANGKEJEREN - Pertandingan POPDA ACEH ke-XVII yang sedang berlangsung saat ini menjadi perhatian...
BerandaPAKAR Minta Pembangunan...

PAKAR Minta Pembangunan RS Regional Dikaji Ulang

BANDA ACEH – Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (PAKAR) Aceh mendesak Pemerintah Aceh meninjau kembali rencana pembangunan rumah sakit regional di Aceh. Permintaan itu mereka sampaikan saat unjuk rasa di Pendopo Gubernur Aceh kemarin, Senin, 5 September 2016.

PAKAR meminta agar pemerintah lebih fokus pada pelayanan publik, bukan pada pembangunan fisik yang menyedot anggaran fantastis. Pemerintah Aceh direncanakan akan meminjam dana senilai Rp 1.9 triliun kepada pemerintah Jerman melalui Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW).

Musafir, dalam orasinya mengatakan, pelayanan kesehatan di Aceh saat ini masih lemah sehingga butuh diprioritaskan. Sedangkan pembangunan fisik seperti gedung dan sarana lainnya sudah berlebihan sehingga dianggap menghamburkan dana saja.

“Sudah banyak bangunan yang ada malah terbengkalai karena salah sasaran. Kami tidak mau ditipu lagi, RS regional itu bukan untuk rakyat, tapi para kontraktor dan pejabat tertentu yang menikmatinya,” kata Musafir melalui siaran pers kepada portalsatu.com.

Selain itu katanya, langkah yang diambil Pemerintah Aceh yaitu berhutang kepada Jerman menciderai hati rakyat Aceh. Menurutnya, di saat seluruh masyarakat komit mendukung konversi Bank Aceh ke Bank Aceh Syariah, pemerintah Aceh malah berhutang kepada bank konvensional Jerman.

“Ini namanya tidak konsisten. Katanya ingin pakai cara syariah, tapi kok masih suka main riba?”

Dia berharap, Pemerintah Aceh mengkaji ulang rencana tersebut, sebab utang yang besar itu akan membebani rakyat Aceh keseluruhan.[](ihn)

Baca juga: