BANDA ACEH – Pengamat politik Unsyiah Dr. Effendi Hasan mengatakan, seharusnya semua partai nasional (parnas) segera mengumumkan sikap soal calon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh lantaran pilkada semakin dekat.
Sebagaimana diketahui, ada sejumlah parnas sampai saat ini belum memiliki sikap yang jelas soal Cagub-Cawagub Aceh untuk pilkada 2017. Di antaranya, Partai Golkar, Partai NasDem, PAN, dan PPP.
“Saya kira partai-partai itu harus gentleman-lah, apakah mau memberikan dukungan kepada Mualem, Irwandi atau Tarmizi Karim,” kata Effendi Hasan saat dihubungi portalsatu.com/ lewat telpon seluler, Ahad, 7 Agustus 2016, sore.
Seperti diberitakan, Muzakir Manaf (Mualem) dan Irwandi telah memiliki partai pengusung, namun tetap membuka pintu jika ada partai lainnya yang ikut mendukung. Mualem berpasangan dengan TA Khalid diusung Partai Aceh, Partai Gerindra dan PKS. Irwandi berduet dengan Nova Iriansyah diusung Partai Demokrat, PNA, PDA dan PKB—versi DPP PKB.
Sedangkan Tarmzi A. Karim kabarnya bakal diusung Partai NasDem berkoalisi dengan parnas lainnya. Namun, sampai sekarang belum diumumkan ke publik. Sumber portalsatu.com/ di internal Partai NasDem menyebutkan, partai Surya Paloh ini berkoalisi dengan parnas lainnya akan mengumumkan keputusan mengusung Tarmizi Karim, Selasa, 9 Agustus 2016.
“Pastinya, semakin banyak calon yang maju, (Pilkada Aceh 2017) semakin menarik,” ujar Effendi Hasan.
Menurut Effendi Hasan, parnas harus memberikan sikap yang konkret pada pilkada kali ini. Sebab, kata dia, kalau tidak maka akan berefek pada pengkaderan partai itu sendiri. “Jadi, harus memberikan dukunganlah (kepada calon tertentu). Jangan sampai ada parnas yang tidak punya sikap dalam pilkada kali ini,” katanya.
Dia menilai sangat aneh jika sampai saai ini Golkar yang merupakan partai besar belum menentukan sikap politiknya. “Yang kita dengar sampai hari ini Golkar belum punya sikap. Ini aneh, karena partai yang sudah sangat lama. Seharusnya Golkar tampil di depan. Saya yakin banyak kader Golkar yang baik,” ujar Effendi Hasan.
Disinggung kemungkinan Golkar akan berkoalisi dengan NasDem mengusung Tarmizi Karim dan terjadi “persaingan” untuk calon Wagub dari kader dua parnas itu, Effendi Hasan mengatakan, “Itu sangat ditentukan komunikasi politik Tarmizi Karim dengan parnas itu”.
“Jika Golkar dan NasDem akan mengusung Tarmizi Karim dan sama-sama mengajukan kadernya untuk calon wakil, tentu harus ada yang mengalah (salah satu dari dua parnas itu),” kata Effendi Hasan.
Begitu pula PAN dan PPP. Jadi, kata Effendi Hasan, semua parnas mestinya memiliki sikap politik yang jelas pada Pilkada Aceh 2017. Seperti Partai Gerindra dan PKS yang sudah jelas sikapnya mengusung/mendukung Mualem-TA Khalid, dan Partai Demokrat bersama kooalisinya mengusung Irwandi-Nova.[] (idg)

