BANDA ACEH – Partai Aceh (PA) segera menggelar Musyawarah Besar (Mubes) II yang akan dilakukan secara demokratis untuk mencari calon ketua umum baru bagi partai lokal tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Mubes II PA, Tgk. Muharuddin, dalam konferensi pers di Hotel Kyriad Muraya, Selasa, 6 Februari 2018. Acara tersebut dihadiri Iskandar Usman Al-Farlaky, Adnan Beuransah, Adi Laweueng, serta unsur pimpinan PA dan KPA.

“Persiapan tempat dan segala macamnya menjadi kewenangan SC, mengenai masalah teknis dan regulasi itu kita serahkan kepada panitia atau SC. Nanti dalam peraturan mubes, hasil ataupun mekanisme dalam pemilihan, itu juga menjadi hak anggota atau kuorum yang terlibat dalam konstitusi itu sendiri,” kata Muharuddin, yang juga Ketua DPR Aceh.

Menurutnya, pemilihan ini dibuka secara demokrasi, tidak tertutup kemungkinan juga, bahwa pada akhirnya dituntut aklamasi, perhitungan di dalam persidangan nanti, tidak bisa berandai-andai. “Yang paling penting, saya selaku kader mengharapkan pelaksanaan mubes ini akan berjalan dengan baik, dan pada akhirnya melahirkan sosok ketua umum pilihan dari masyarakat Aceh,” katanya. 

Untuk saat ini, lanjut Muharuddin, kandidat kuat tidak ada lain selain Mualem. “Kalau ditanya jumlah suara, nanti dalam SC sendiri, panitia akan ada komisi-komisi, satu wilayah akan mengirim utusan satu orang, pada saat pemilihan nanti bisa saja didiskusikan kembali”.

“Itu teknis, sebenarnya saya tidak mau berkomentar tentang ini, ini ranah SC. Nanti akan ada catatan SC sendiri, tapi tidak dipublis di sini, ini akan berkembang saat mubes, apakah kemudian tertuju keputusan itu akan memiliki hak suara, ataupun nanti akan didiskusikan kembali, kita sederhanakan lagi,” kata Muharuddin. 

Muharuddin menilai yang diputuskan dalam mubes tersebut, apapun bisa terjadi, nanti dikembalikan kepada kuorum yang berhak menentukan apa langkah ataupun teknis yang diambil saat pemilihan ke depan.

Wakil Ketua Umum DPA Partai Aceh, Abu Razak, mengatakan, yang pasti Mualem membuka peluang kepada kader partai untuk mendaftarkan diri menjadi calon. “Kader ada hak, dari DPRA, dari Putroe Aceh, dari MUNA, dari bupati (yang merupakan kader PA) dan dari pengurus, kita terbuka, mungkin dalam dua hari ini sudah ada jagoannya”.

“Mualem waktu membuka rapat beberapa waktu lalu, menegaskan bahwa pemilihan dilakukan secara demokratis, mungkin dalam dua hari ini sudah ada calon Ketua Umum Partai Aceh yang bagus. Untuk calon pileg DPRA, DPRK, memang kita Partai Aceh sudah memberi lampu untuk perintah turun ke lapangan itu dari bawah, seleksi dari bawah dulu, mungkin nama-namanya kita buka juga untuk umum, dari kader, dari (mantan) kombatan, dari intelektual, dari ulama, dari masyarakat, dari mahasiswa, inilah saringan utama di daerah dapil masing masing,” sebut Abu Razak. 

Ia menambahkan, untuk caleg DPR RI, dari Partai Aceh tidak punya hak mecampur lebih jauh, tapi PA akan siapkan kadernya ke depan. Dalam dua bulan ini, kata dia, pihaknya mengirimkan nama kader ke Senayan, kalau nanti sudah ada restu dari partai nasional yang tengah didekati. 

“Terkait masalah suara Mualem berapa persen, saya tidak bisa menjawab, tapi petakan saja bagaimana, kalau suara nanti, apakah secara aklamasi atau demokrasi, yang penting kita kuatkan barisan,” kata Abu Razak.[]