TAPAKTUAN – Tingkat partisipasi masyarakat Aceh Selatan dalam pilgub Aceh kemarin dinilai rendah. Hal itu bisa dilihat berdasarkan data hasil rekapitulasi perolehan suara sementara yang dihimpun dari masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) oleh Tim Desk Pilkada Aceh Selatan.
Dari 153.073 penduduk yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) dari 260 desa yang tersebar di 18 kecamatan seluruh Aceh Selatan, hingga berakhirnya waktu pencoblosan Rabu, 15 Februari 2017 sekitar pukul 13.00 WIB, hanya sebanyak 106.448 jiwa yang memberikan hak suaranya atau sekitar 69,54 persen.
Ada 46.625 orang atau sekitar 30,46 persen lagi penduduk Aceh Selatan yang namanya sudah masuk DPT namun tidak turut serta memberikan hak suaranya pada pilkada serentak tahun 2017.
Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara sementara yang dirilis Tim Desk Pilkada Pemkab Aceh Selatan, Rabu, 15 Februari 2017 sekitar pukul 21.00 WIB, Kecamatan Tapaktuan berada di urutan pertama dengan tingkat partisipasi pemilih sangat rendah. Dari 14.926 orang yang masuk dalam DPT hanya sebanyak 8.333 orang atau 55,83 persen yang menyalurkan hak suaranya.
Di urutan kedua ditempati Kecamatan Labuhanhaji Timur yakni dari DPT sebanyak 7.305 orang yang memberikan hak suaranya hanya sebanyak 4.522 atau sekitar 61,90 persen. Sedangkan di urutan ketiga ditempati Kecamatan Labuhanhaji Barat dengan jumlah DPT sebanyak 12.124, yang memberikan hak suara hanya sebanyak 7.559 atau sekitar 62,35 persen.
Sekretaris daerah (Sekda) Aceh Selatan, H. Nasjudin saat dimintai tanggapannya terkait hal ini, Kamis, 16 Februari 2017 mengatakan, berdasarkan hasil pantauan langsung pihaknya ke masing-masing TPS saat hari pencoblosan, tingkat partisipasi pemilih dimasing-masing TPS yang disinggahi berkisar antara 60 70 persen.
Menurut Sekda, rendahnya partisipasi pemilih tersebut disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya, selain disebabkan minimnya langkah sosialisasi oleh pihak penyelenggara juga bisa disebabkan karena pelaksanaan pilkada di Aceh Selatan tidak bersamaan dengan pilkada bupati dan wakil bupati.
Kemungkinan lainnya bisa jadi disebabkan karena masyarakat yang sudah masuk dalam DPT tidak berada di tempat. Contohnya di wilayah Labuhanhaji Raya di mana mayoritas masyarakatnya banyak yang merantau ke Jakarta. Atau bisa juga sedang kuliah di luar Aceh Selatan. Dan ada juga kemungkinan masyarakat bersangkutan sedang bekerja di sawah, di gunung atau di laut yang malas meninggalkan pekerjaannya pada hari itu, ujar Sekda.
Karena melihat rendahnya partisipasi masyarakat memberikan hak suara saat pihaknya turun langsung memantau TPS, kata Sekda, pihaknya sempat meminta kepada masing-masing kepala desa agar mengumumkan kembali terkait ajakan memberikan hak suara tersebut melalui pengeras suara di masjid-masjid.[]



