Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsPDAM Aceh Apa...

PDAM Aceh Apa Kabar?

BANDA ACEH – Drs. Azhari Ali, MM, Ak, Kepala Badan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BP-SPAM) Regional Aceh mengatakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kota di Aceh kabarnya tengah berupaya membenah kerjanya.

“Banyak PDAM yang statusnya kurang sehat dan ada yang sakit, jadi di upgrade tingkat kesehatannya,” kata Azhari Ali saat ditemui portalsatu.com di ruang kerjanya, Rabu, 13 Januari 2016.

Menurutnya, perkembangan PDAM Tirta Daroy di Banda Aceh, perkembangan saat ini juga tengah melakukan pembenahan sejak terpilihnya T. Novrizal Ayyub, sebagai direktur yang melaksanakan visi misinya.

“Sejak terpilih T. Vovrizal Ayyub sebagai direktur, ia memiliki startegi tersendiri untuk memberikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Terutama meningkatkan hal yang menyangkut dengan penigkatan kedisiplinan karyawan PDAM Tirta Daroy sendiri,” kata Azhari.

Ia juga menyebutkan, pada 2014 PDAM Tirta Daroy berlabel kurang sehat, namun pada 2015 sudah menuju sehat dan 2016 akan terus dievaluasi.

“Saat ini, PDAM yang sehat ada tiga, PDAM Krueng Peusangan (Bireun), PDAM Tirta Montala (Aceh Besar) dan PDAM Krung Daroy (Banda Aceh),” katanya.

Lebih lanjut, kata Azhari, PDAM yang berlabel sehat dan sakit tersebut terdapat kriteria yang dinilai dari empat aspek, yaitu perspektif keuangan, perspektif operasional, perspektif pelayanan dan perspektif Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam penilaiannya, terdapat rasio indikator yang akan dinilai dan dihitung dengan bobot nilai standar satu hingga lima. Bobot dikalikan standar sehingga melahirkan lima angka penilaian. Misalnya perspektif keuangan bobot 0,25 nilai maksimumnya 5 dan skorsingnya 1,25. 

“Nanti bakal ketahuan mana yang sehat, kurang sehat dan sakit. Jika memperoleh nilai lebih besar dari 2,3 berati masuk kategori sehat, jika memperoleh nilai antara 2,2 sampai 2,8 masuk kategori kurang sehat dan jika angkanya 2,2 masuk dalam kategori sakit. Intinya, pencapaian kinerja sesuai dengan bobot kerja,” ujar Azhari.

Untuk diketahui, pihaknya selama ini sedang melakukan rapat evaluasi pembenahan kinerja sejak 4 Januari 2016 lalu hingga siang ini rapat berkelanjutan sedang berlangsung.[](tyb)

Baca juga: