TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan, H.T. Sama Indra, meminta Direktur Perusahaaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Naga Tapaktuan yang baru, Liyan Azwin, S.E. harus mampu menyeimbangkan antara peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mencari keuntungan sebesar-besarnya bagi perusahaan.
Kedua tugas dan tanggung jawab ini tidak boleh hanya terfokus pada satu bidang saja, melainkan harus mampu diseimbangkan sebab jika hanya terfokus mencari keuntungan terhadap perusahaan, sementara pelayanan tidak di tingkatkan, maka siap-siap akan diprotes oleh masyarakat, kata Bupati H.T. Sama Indra saat melantik dan mengambil sumpah Liyan Azwin, S.E. sebagai Direktur PDAM Tirta Naga yang menggantikan Eki Firman di ruang rapat lantai II Kantor Bupati, Tapaktuan, Selasa, 24 Januari 2017.
Sebagai perusahaan air minum milik Pemkab Aceh Selatan, lanjut Bupati, manajemen PDAM Tirta Naga Tapaktuan harus mampu berperan sebagai pihak yang menjembatani antara pemerintah daerah dan masyarakat. Karena itu, PDAM wajib memprioritaskan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan memastikan pendistribusian air bersih ke pelanggan setianya tetap lancar dan berkualitas baik.
Pakaian dan badan para karyawan PDAM Tirta Naga boleh kotor, tapi pendistribusian air kepada masyarakat harus tetap bersih dan lancar. Kepada Saudara Direktur baru, saya minta agar Saudara tidak sering keluar daerah, melainkan harus stanby selalu di tempat kerja sebab bencana tanah longsor dan banjir tidak mengenal waktu kapan saja bisa terjadi. Sementara masyarakat kita tetap menuntut pendistribusian air ke rumahnya berkualitas baik. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab direktur beserta seluruh jajarannya untuk melakukan pengawasan di lapangan, pinta Bupati.
Di samping menuntut peningkatan kualitas pelayanan, Bupati Aceh Selatan juga meminta manajemen baru PDAM Tirta Naga bekerja semaksimal mungkin meningkatkan keuntungan perusahaan. Apalagi dengan telah keluarnya kebijakan Kementerian Keuangan RI menghapus utang PDAM Tirta Naga sebesar Rp 13 miliar lebih tidak ada lagi beban yang harus ditanggung oleh pihak perusahaan dimaksud seperti yang terjadi selama puluhan tahun silam.
Harus kita akui bahwa beban utang yang sudah berlangsung puluhan tahun silam ini, turut menjadi salah satu penyebab sehingga PDAM Tirta Naga Tapaktuan selalu merugi sehingga tidak mampu memberikan kontribusi PAD secara maksimal bagi pemerintah daerah. Karena itu, dengan telah dihapusnya utang ini, saya berharap manajemen baru harus mampu membawa PDAM Tirta Naga ke arah lebih maju dan terus berkembang lagi ke depannya, kata Bupati.
Menurut Bupati, penetapan Liyan Azwin sebagai Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan murni dari hasil proses seleksi dewan pengawas dan dari hasil uji kepatutan dan kelayakan oleh tim yang dibentuk Pemkab Aceh Selatan. Bupati menampik keras tudingan yang menyebutkan penunjukan Liyan Azwin atas dasar hubungan kedekatan serta politis.
Kepada Liyan Azwin, Bupati H.T. Sama Indra juga berpesan bahwa setelah dilantik segera menggelar konsolidasi dengan para internal karyawan sebab tanpa dukungan maksimal dari internal sangat mustahil manajemen PDAM yang baru mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan memberikan keuntungan maksimal bagi perusahaan itu sendiri.
Kami sadar betul bahwa langkah konsolidasi internal ini merupakan sebuah bagian tugas dan tanggung jawab yang sangat berat akan dijalankan Saudara Liyan Azwin sebab masih ada sebagian karyawan lama di PDAM Tirta Naga tersebut yang hingga saat ini masih terbiasa dengan pola kerja manaemen lama. Riak-riak kecil ini terkadang bisa menjadi batu sandungan yang mengakibatkan bobroknya kualitas pelayanan kepada masyarakat, tegasnya.
Untuk menghindari terjadi perpecahan dan gejolak internal tersebut, Bupati Aceh Selatan meminta Liyan Azwin tidak mencontoh pola atau sistem kerja direktur lama yang baru sekitar satu bulan menjabat sudah menaikkan gaji mencapai tiga kali lipat. Bupati berharap, jikapun mau dinaikkan gaji, maka tingkatkan dulu kualitas pelayanan dan berikan keuntungan besar kepada perusahaan.
Dengan telah maju dan berkembangnya PDAM, secara otomatis kesejahteraan karyawan juga harus ditingkatkan. Jangan justru sebaliknya, di saat kondisi perusahaan sedang morat-marit, direktur baru langsung menaikkan gaji secara sepihak sehingga tindakan seperti itu menjadi pemicu terjadinya konflik internal, pesan Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Selatan H.T. Sama Indra memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Plt. Direktur PDAM Tirta Naga, Eki Firman yang dinilainya sudah menunjukkan kinerja sangat baik selama memangku jabatan hampir 2 tahun lebih.
Kami menilai apa yang sudah dikerjakan Saudara Eki Firman sudah sangat baik. Hanya saja, di saat berlangsungnya proses perekrutan direktur definitif, Eki Firman tidak punya nyali untuk mendaftarkan diri, padahal kami menaruh harapan besar kepadanya. Karena itu, kepada Liyan Azwin saya minta segera meranggkul Eki Firman yang berstatus karyawan PDAM tersebut untuk diajak bekerja sama membangun PDAM ke arah lebih maju dan berkembang ke depannya, pungkas Bupati.[] (*sar)
Laporan Hendrik Meukek





