BANDA ACEH – Blogger Aceh Ubaidillah, kembali menikmati 'manisnya' hidup sebagai blogger. Setelah sebelumnya menikmati jalan-jalan gratis ke Pulau Dewata, Bali karena mendapat tiket undangan khusus dari Asus. Kini pemuda asal Meulaboh, Aceh Barat ini 'terpaksa' menginjakkan kakinya ke Negeri Gajah Putih hasil kerja kerasnya sebagai blogger.

Pria yang akrab disaba Ubai ini bertolak ke Jakarta pada Senin sore dilanjutkan perjalanan ke Bangkok melalui Bandara Soekarno-Hatta. Ia bersama tujuh blogger lainnya dari Indonesia akan dijamu secara khusus oleh penyelenggara priceza.co.id selama tiga hari sejak 24-26 Januari 2017.

“Alhamdulillah, aku menang lomba menulis dari priceza.co.id, sebuah situs untuk cek harga. Mereka cari delapan penulis tercepat yang bisa menulis 50 artikel selama satu bulan. Aku salah satu yang lolos dan memenangkan trip ke Bangkok selama tiga hari,” kata Ubai kepada portalsatu.com, Senin, 23 Januari 2017.

Baca: Kenalkan, Blogger Muda Aceh Beli Mobil di Usia 17 Tahun

Selain berprofesi sebagai guru, Ubai juga sangat serius menekuni profesinya sebagai blogger. Namun semua itu tak bisa dibilang mudah. Memerlukan konsistensi tingkat tinggi. Untuk lomba ini misalnya, ia harus menguras ide dan energi agar bisa menghasilkan minimal dua artikel kreatif setiap harinya. Artikel tersebut lantas ia kirimkan ke pihak penyelenggara untuk dinilai layak atau tidak. “Artikel yang tayang di website mereka itu terlebih dahulu harus lolos seleksi editor. Penulis yang dipilih hanya tujuh karena yang lainnya tidak mencapai target,” katanya lagi.

Selain mendapatkan hadiah berupa trip ke Bangkok. Ubai bersama enam penulis lainnya dari Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta juga mendapat hadiah uang tunai senilai 5.000 baht, lebih kurang sekitar dua jutaan.

Baca: Tak Hanya Mobil, Ini 5 Berkah Ngeblog yang Dirasakan Blogger Aceh

Bahagia dan senang? Tentu saja, Ubai mengaku tak bisa menyembunyikan perasaannya itu. Bahkan jauh-jauh hari setelah pengumuman, ia langsung mengabari teman-teman dekatnya untuk memberitahukan hal itu. Namun, hal itu menurutnya setara dengan kerja kerasnya.

“Senang pasti. Cuma terharu lebih dalam karena dari menulis, ngejar tenggat waktu akhirnya tersampaikan juga. Dari menulis bukan ini saja saya bisa jalan-jalan tetapi perjalanan ini lebih berasa karena ke luar negeri,” kata jebolan UIN Ar-Raniry ini.[] (*sar)