LHOKSEUMAWE – Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Lhokseumawe, Zakaria, bersama tim mengunjungi Rumah Sakit Arun untuk melihat perkembangan terkini layanan kesehatan masyarakat, Rabu, 1 Februari 2023.

Kunjungan tim Pemko Lhokseumawe itu juga dalam rangka memberikan spirit kepada para tenaga kesehatan dan karyawan lainnya di Rumah Sakit Arun agar meningkatkan pelayanan ke arah lebih baik.

“Alhamdulilah, sudah ada peningkatan kualitas layanan dibandingkan minggu sebelumnya,” kata Zakaria yang juga Plt. Dirut PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda), dikonfirmasi portalsatu.com/, Rabu siang.

Baca juga: Pemko Lhokseumawe Segel Ruangan Direktur Rumah Sakit Arun

Apakah Ruangan Direktur dan Ruangan Administrasi RS Arun yang disegel Pemko Lhokseumawe pada Sabtu (28/1) lalu, sudah dibuka kembali? “Semua ruangan sudah dimanfaatkan untuk layanan,” ujar Zakaria.

Zakaria menyebut saat ini tidak ada lagi penyegelan ruangan di RS tersebut, kecuali (Ruangan Direktur PT Rumah Sakit Arun dan Ruangan Arsip) yang disegel pihak berwenang lainnya.

Lihat pula: Tim Kejari Lhokseumawe Geledah Rumah Sakit Arun

“Tadi saya ke sana untuk pastikan lagi untuk pemanfaatan maksimal ruangan yang pernah kita segel tempo hari,” ucap Zakaria.

Menurut Zakaria, kertas hitam kuning mirip garis polisi hanya satu hari dipasang pada Ruangan Direktur dan Ruangan Administrasi RS Arun, Sabtu lalu. Hal itu sebagai penanda untuk memudahkan Satpol PP melakukan pemantauan agar tidak masuk lagi pihak-pihak yang berpotensi menghilangkan dokumen penting.

“Cuma satu hari saja (Ruangan Direktur dan Ruangan Administrasi RS Arun) tidak bisa diakses oleh siapa pun. Hari kedua kita ambil alih, orangnya (karyawan RS Arun) sudah masuk ke dalam, atas izin kami pemerintah. Jadi, sebenarnya bukan police line tapi penanda, satu hari saja,” kata Zakaria.

Zakaria menambahkan, “Sekarang tidak ada penanda lagi. Sudah full kerja semua ruangan rumah sakit, kalau enggak bagaimana mereka bisa memberikan pelayanan yang baik”.[](nsy)