LHOKSEUMAWE – Pemko Lhokseumawe mengambil alih Rumah Sakit Arun di Kompleks Perumahan PT PAG, Batuphat, Kecamatan Muara Satu. Ruangan Direktur dan Ruangan Administrasi RS Arun disegel, Sabtu, 28 Januari 2023. Pemko Lhokseumawe juga mengganti Direktur Rumah Sakit Arun itu.

Informasi diperoleh portalsatu.com/, penyegelan Ruangan Direktur dan Ruangan Administrasi RS Arun dipimpin Sekda Lhokseumawe T. Adnan, didampingi Asisten III Said Alam Zulfikar, Kabag Ekonomi Setda yang juga Plt. Dirut PT Pembangunan Lhokseumawe Zakaria, serta Plh. Satpol PP dan WH Heri Maulana bersama tim Satpol PP, Sabtu pagi.

Pantauan portalsatu.com/, usai Zuhur, sejumlah anggota Satpol PP masih berada di RS Arun itu.

Ruangan Direktur disegel dengan pemasangan plastik hitam kuning yang tersambung ke Ruangan Administrasi RS Arun.

Sementara itu pelayanan kepada masyarakat di RS Arun tampak berjalan normal. Banyak warga yang datang ke RS itu mendapatkan pelayanan dari karyawan dan petugas kesehatan.

[Pemko Lhokseumawe segel Ruangan Direktur Rumah Sakit Arun, Sabtu, 28 Januari 2023. Foto: portalsatu.com/]

Kabag Ekonomi Setda Lhokseumawe Zakaria mengatakan pemko telah mengambil alih RS Arun sejak pukul 11.00 WIB, Sabtu. “Setelah kita segel Ruangan Direktur dan Ruangan Administrasi Rumah Sakit Arun tadi, sampai sekarang tim Satpol PP masih stay di sana untuk menjaga guna menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Zakaria dikonfirmasi portalsatu.com/ via telepon, sekitar pukul 13.45 WIB.

Zakaria menjelaskan Pemko Lhokseumawe mengambil alih lantaran PT Rumah Sakit Arun (RSA) tidak mengakui rumah sakit itu milik pemko. “Rumah sakit itu punya pemerintah kota makanya pemko mengambil alih. Selama ini dikelola oleh PT Rumah Sakit Arun,” ujarnya.

“Diambil alih karena selama ini mereka (PT RSA) mengakui rumah sakit itu bukan punya pemko. Maka pemko harus turun tangan secepat mungkin untuk menyelamatkan. Karena fungsinya untuk kemakmuran rakyat atau pelayanan masyarakat,” tambah Zakaria.

Zakaria menyebut pihaknya menyegel Ruangan Direktur dan Ruangan Administrasi RS Arun untuk mengamankan dokumen-dokumen. “Kami segel, mengamankan, agar jangan terjadi kehilangan dokumen, sehingga memudahkan kami bekerja,” ujarnya.

Zakaria membenarkan mulai hari ini Pemko Lhokseumawe mengganti manajemen RS Arun. “(Pertimbangan) pergantian manajemen rumah sakit, juga itu tadi salah satunya. Pertimbangan-pertimbangan lain mugkin tidak bisa saya sampaikan secara gamblang,” tuturnya.

Menurut Zakaria, Pemko Lhokseumawe menunjuk dr. T. Mirzal Safari, Sp.PD., sebagai Pejabat Sementara atau Pelaksana Tugas Direktur RS Arun, menggantikan direktur sebelumnya, dr. Syahruddin Ibrahim.

Zakaria menambahkan penyegelan Ruangan Direktur dan Ruangan Administrasi RS Arun tidak berpengaruh terhadap pelayanan pasien.

“Pelayanan paling utama. Kami tidak menganggu pelayanan, tapi kami meningkatkan pelayanan. Minggu lalu kami lihat pelayanan sudah drop, merosot (setelah tim Kejari Lhokseumawe menggeledah dan menyegel Ruangan Direktur PT RSA dan Ruangan Arsip, red). Jadi, pelayanan untuk masyarakat tetap diprioritaskan,” tegasnya.

[Ruangan Administrasi Rumah Sakit Arun disegel, Sabtu, 28 Januari 2023. Foto: portalsatu.com/]

Diberitakan sebelumnya, Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe melakukan pengeledahan Rumah Sakit Arun di Kompleks Perumahan PT PAG, Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Selasa, 24 Januari 2023. Penggeledahan itu terkait kasus dugaan penyimpangan anggaran PT Rumah Sakit Arun tahun 2016-2022.

Pengeledahan tersebut dipimpin Kajari Lhokseumawe, Dr. Mukhlis, S.H., M.H., didampingi Kasi Intelijen Benny Daniel Parlaungan, S.H., Kasi Pidana Khusus Saifuddin, S.H., M.H., staf Pidsus dan staf Intelijen Kejari. Kedatangan tim Kejari diterima Kabag Keuangan Rumah Sakit Arun.

Kajari Lhokseumawe, Mukhlis, kepada wartawan mengatakan pihaknya melakukan tindakan hukum berupa penggeledahan dan menyegel ruangan-ruangan RS Arun terkait dokumen yang dibutuhkan.

Mukhlis menyebut dalam penggeledahan itu pihaknya turut menyegel ruangan Direktur RS Arun, dan ruangan arsip. “Sejumlah dokumen kita ambil dari Sekretaris PT Rumah Sakit Arun. Ada 22 bundel yang kita bawa,” ujarnya.

Kejari Lhokseumawe juga bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di Jakarta untuk menulusuri transaksi keuangan RS Arun tersebut.

“Kita mengkoordinasikan semua transaksi keuangan yang berhubungan dengan Rumah Sakit Arun dan calon tersangka. Untuk calon tersangka juga kami telusuri, termasuk juga penggunaan keuangan yang berkaitan dengan RS Arun,” kata Mukhlis.

Baca: Tim Kejari Lhokseumawe Geledah Rumah Sakit Arun.[](nsy)