SABANG – Semasa musim liburan akhir tahun 2015 kemarin, Pelabuhan Balohan Sabang, yang merupakan pintu masuk utama wisatawan ke kota wisata Sabang tampak sangat padat, yang mengakibatkan aktifitas di area pelabuhan agak terhambat, baik bagi wisatawan yang membawa kedaraan pribadi dari luar Sabang, maupun para penjemput tamu.
Kepala UPTD pelabuhan Balohan Sabang Abdurrani, saat ditemui Portalsatu.com di ruang kerjanya, mengaku, untuk sejauh itu pihak pelabuhan tidak menemui kendala yang berarti di pelabuhan, khususnya pada musim liburan kemarin.
Dikatakan Abdurrani, untuk menghindari kekecawan yang bisa saja terjadi di pelabuhan, pihak UPTD pelabuhan Balohan pun juga melibatkan sejumlah instansi terkait, guna tercipta keamanan dan ketentraman pelabuhan.
Kalau kendala sebenarnya tidak. Cuma terjadi penumpukan kendaraan, karena kapal tidak berlayar. Umpamanya trayek 4 trep, tapi kita dua trep karena cuaca. Kalau masalah ketertiban, kita sudah libatkan semua instansi ya. Baik itu POM AL, AU, AD dan POLRI. Jelas Abdurrani, Kamis 7 Januari 2016.
Untuk kebersihan lokasi dan ruang tunggu yang sempat menjadi pembicaraan wisatawan, Abdurrani mengaku itu merupakan kendala yang masih dirasakan pihaknya. Hal itu terjadi, akibat minimnya petugas kebersihan khusus pelabuhan.
Kebersihan kami memang sedikit kendala. Karna area ini lebih kurang 5 hektar. Petugas kita cuma tiga orang. Paling seperti hari ini ruangan tunggu dibersihkan sisa- sisa sampah tahun baru kemarin, katanya.
Terkait sempitnya area pelabuhan kapal fery yang dimiliki Sabang saat ini, pihak pelabuhan telah mengajukan proposal untuk pembangunan area parkir pelabuhan, mulai dari parkir antrian kendaraan, maupun parkir kendaraan jemputan.[](tyb)
Laporan: Razie Arda



