Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaPelayanan Wisata Aceh...

Pelayanan Wisata Aceh Masih Kurang Memuaskan

BANDA ACEH – Aceh memiliki banyak destinasi wisata menarik yang mampu mengundang wisatawan untuk menambah devisa negara. Hal ini termasuk wisata religi yang selama ini kerap dipromosikan pemerintah hingga ke luar negeri. Namun sayangnya pelayanan yang diberikan masih kurang.

“Pelayanan yang diberikan untuk wisatawan di Aceh masih kurang memuaskan,” ujar Marwidin Mustafa kepada portalsatu.com, Selasa, 1 November 2016.

Pria yang kerap memfasilitasi tamu dari luar negeri menuju kota Madani itu mencontohkan pelayanan yang kurang, seperti minimnya jumlah armada bus di tiap hotel saat dibutuhkan. Selain itu, dia meminta fasilitas hotel, seperti lift, juga harus mendapat perawatan. “Pernah sekali waktu ada tamu dari Malaysia itu naik lift di hotel, tapi liftnya berhenti dan mereka berada di dalam,” kata Marwidin sembari menyebutkan nama hotel yang dimaksud.

Selain itu, dia juga menyebutkan banyak hotel di Banda Aceh berada jauh dari dua masjid besar: Masjid Baiturrahman dan Masjid Al Makmur atau Masjid Oman. Padahal, kata dia, wisatawan yang datang khusus ke Aceh untuk menikmati paket wisata religi itu tidak mau menginap jauh dari masjid.

“Memang ada hotel yang dekat dengan Masjid Oman, tetapi jalan masuk ke hotel ini tidak bisa dilalui bus berbadan besar. Sehingga terpaksa parkir di jalan T Nyak Arief. Kebanyakan tamu yang saya fasilitasi itu berusia lanjut, bawa-bawa tas ke hotel, kan berat,” katanya.

Parahnya lagi, kata Marwidin, ada pelayan hotel yang tidak menyadari pekerjaannya. Mereka hanya melihat saja para tamu, terutama yang lansia itu menjinjing tas sendiri.

Nyan gohlom ta peugah senyum dilee keu wisatawan. Sikap kita berbeda dengan orang di luar Aceh. Ini yang saya sebut pelayanan untuk wisatawan kurang di Aceh,” ujar pria yang sering dihubungi teman-temannya dari negeri Jiran untuk beriwsata ke Aceh.

Menurutnya hal tersebut membutuhkan solusi, terutama bagaimana memperbanyak penginapan standar wisata di kawasan dekat dua masjid agung tersebut. “Seandainya saja di kawasan Pasar Aceh itu ada penginapan, pasti wisatawan lebih enak menginap di sana karena dekat dengan Masjid Raya. Apalagi mereka salat lima waktu selalu di masjid,” ujarnya, yang mengaku harus memfasilitasi 70 tamu dari Malaysia pada hari tersebut.[]

Baca juga: