TAPAKTUAN – Sekretaris Daerah Aceh Selatan, H Nasjuddin mengapresiasi program Pemerintah Aceh melalui dinas terkait yang membuka jalan tembus mulai Keude Trumon, Aceh Selatan hingga Kuala Baru, Aceh Singkil sepanjang lebih kurang 59 Km. Dia menilai pembangunan jalan tembus tersebut akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, karena jarak tempuh dari Singkil ke Aceh Selatan maupun sebaliknya sudah semakin dekat.

“Keberadaan jalan tersebut sangat berguna bagi masyarakat ke dua daerah karena sebelumnya jarak tempuh dari Singkil ke Aceh Selatan maupun sebaliknya melalui Subulussalam memakan waktu sekitar 5 hingga 6 jam. Maka jika melalui Kuala Baru – Keude Trumon hanya 2 jam perjalanan menggunakan mobil,” kata Nasjuddin di Tapaktuan, Senin, 26 Desember 2016.

Berdasarkan hasil tinjauan langsung pihaknya bersama sejumlah pejabat Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Minggu, 25 Desember 2016, sambung Nasjuddin, Pemerintah Aceh melalui dinas terkait telah merampungkan pembangunan jalan tembus dari Keude Trumon hingga ke Kemukiman Bulohseuma, Aceh Selatan sepanjang 35 Km. Sedangkan jalan tembus dari Bulohseuma – Kuala Baru, Aceh Singkil sepanjang 24 Km lagi sedang dalam proses pengerjaan.

“Berdasarkan pantauan di lapangan, meskipun di sepanjang badan jalan mulai Keude Trumon hingga Bulohseuma yang telah selesai dikerjakan masih terdapat beberapa titik mengalami kerusakan, tapi tidak sampai menghambat perjalanan kami menggunakan mobil double cabin. Sedangkan pembukaan jalan baru dari Bulohseuma sampai Kuala Baru, Singkil sepanjang 24 Km saat ini proses pengerjaannya sedang berlangsung,” kata Nasjuddin.

Dia mengatakan sudah banyak warga yang melintas di jalan baru tersebut meski masih dalam tahap pengerjaan. Hal inilah yang meyakinkannya bahwa proyek pembangunan jalan tersebut sangat didambakan masyarakat setempat. Nasjuddin juga mengatakan sempat melihat satu unit mobil bak terbuka di jalan baru tersebut yang sedang mengangkut sayur-sayuran dari Trumon untuk dipasarkan ke Bulohseuma hingga ke Kuala Baru, Singkil.

“Ini merupakan salah satu bukti bahwa dengan telah adanya akses jalan tembus, sangat membantu petani setempat memasarkan hasil produksi pertaniannya,” ucap Nasjuddin.

Dia berharap Pemerintah Aceh segera melanjutkan program pembangunan jalan tembus dari Keude Trumon – Kuala Baru, Singkil tersebut pada tahun anggaran 2017 ini. Sehingga kondisi badan jalan sekarang ini masih dalam tahap pembukaan jalan baru, dapat ditingkatkan lagi ke tahap pengerasan hingga pengaspalan hotmix.

“Dari hasil peninjauan langsung ini akan kami laporkan ke Pemerintah Aceh supaya program pembangunan jalan tembus Keude Trumon – Kuala Baru menjadi program skala prioritas mereka untuk dituntaskan segera dalam tahun 2017, atau paling lambat hingga tahun 2018 mendatang sehingga masyarakat setempat segera terbebas dari kondisi keterisoliran,” kata Nasjuddin.

Dalam kunjungannya ke Bulohseuma, dia juga  menyempatkan diri meninjau tugu tapal batas antara Aceh Selatan dengan Aceh Singkil yang terbuat dari semen di pinggir pantai Desa Kuala Baru, Aceh Singkil. Dalam peninjauan tapal batas ini, tim Pemkab Aceh Selatan turut serta membawa Kepala Mukim dan tokoh-tokoh masyarakat Bulohseuma, termasuk Sekretaris kecamatan (Sekcam) Trumon yang berdomisili di Bulohseuma.

Berdasarkan pantauannya, diketahui tugu tapal batas yang dibangun puluhan tahun silam tersebut masih terlihat berdiri utuh meskipun telah tertutupi semak belukar. Meskipun demikian, pihaknya berencana merenovasi dan membangun gapura serta pos yang dilengkapi tempat istirahat untuk masyarakat yang melintas. Namun, karena wilayah tersebut masuk ke dalam Kawasan Hutan Konservasi Suaka Margasatwa Rawa Singkil, maka program tersebut harus mendapat persetujuan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Program ini akan kami laporkan kepada Bupati Aceh Selatan. Jika beliau berkenan serta rencana itu mendapat persetujuan dari instansi terkait, maka ke depannya di lokasi tersebut akan dibangun gapura dan pos tempat beristirahat sebagai tanda perbatasan antara Aceh Selatan dengan Aceh Singkil,” katanya.[]

Laporan: Hendrik Meukek