30.4 C
Banda Aceh
Senin, Agustus 8, 2022

Merek Ternama Dunia Ikut Merusak Hutan Leuser

Liputan Khusus (Bagian Dua)

Masifnya deforestasi di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) juga tidak bisa dipungkiri adanya keterlibatan merek-merek makanan ringan dan bank-bank besar dunia. Merek besar dunia itu masih membeli sawit dari perusahaan yang masih merusak hutan Leuser.

Tetapi lebih jauh, pihak perbankan besar di dunia dan merek makanan ringan ikut andil dalam aktivitas perusakan hutan Leuser.

BACA: Liputan Khusus (Bagian Pertama)

Mulai dari perusahaan keuangan internasional seperti Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), CIMB, Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), DBS, ABN Amro, JPMorgan Chase hingga merek dalam negeri Bank Negara Indonesia (BNI).

Bank-bank tersebut menjadi penyandang dana bagi puluhan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Ekosistem Leuser.

Ada juga merek makanan seperti Unilever, Nestlé, PepsiCo, Ferrero, Mondelēz, General Mills, Kellogg’s, Mars dan Hershey Bunge, Cargill, Golden Agri-Resources (GAR), Musim Mas, Pepsico, dan Sime Darby Plantation.

Kecuali Unilever, merek besar ini masih belum berani mengumumkan secara terbuka daftar perusahaan pelaku deforestasi di KEL.

Pun demikian, beberapa merek ternama seperti Nestlé, Musim Mas, dan Unilever yang sudah mengeluarkan kebijakan nol deforestasi  dari rantai pasok minyak sawitnya untuk Ekosistem Leuser.

Kayu balok diturunkan malam hari dari lokasi Perusahaan Sawit PT. Nia Yulided Bersaudara, kawasan Bireuem Bayeun, Aceh Timur. Foto: Tim Lipsus direkam, 6 November 2021.

Lahirnya komitmen itu setelah adanya tekanan publik yang kian meningkat terhadap komitmen Nol Deforestasi, Nol Pembangunan di Lahan Gambut, dan Nol Eksploitasi atau disebut NDPE (No Deforestation, No Peat and No Exploitation).

NDPE adalah sebuah instrumen swasta yang paling kuat untuk memutus hubungan antara deforestasi dan kelapa sawit.

Di sisi lain, sejumlah merek ternama seperti Bunge, Cargill, Golden Agri-Resources (GAR), Mondelēz International, Musim Mas, Nestlé, Pepsico, Sime Darby Plantation, Unilever, dan Wilmar sudah membentuk koalisi.

Agendanya mendanai pengembangan sistem pemantauan hutan berbasis radar baru yang tersedia untuk umum yang dikenal dengan Radar Alerts for Detecting Deforestation (RADD). Pertanyaannya, sejauh manakah sistem RADD ini berkontribusi menjaga Ekosistem Leuser dari aksi perambahan?

Tim Liputan berusaha mendapatkan penjelasan dari Unilver, Mondelēz International, Pepsico dan Ferrero melalui kontak email. Sayangnya, sejumlah merek ternama ini masih enggan terbuka kepada media, khususnya media lokal di Aceh yang merupakan tempat Kawasan Ekosistem Leuser ini berada.

Daftar Hitam Perusahaan Sawit di KEL

Pada September 2020, Unilever merilis sejumlah perusahaan yang masuk dalam daftar hitam produsen sawit yang diduga melakukan aksi deforestasi di Kawasan EKosistem Leuser pada Juni 2019. Data itu diupdate lagi pada September 2020, karena sejumlah perusahaan perkebunan ini

Bima Golden Powerindo/Muara Jambi Sawit Lestari, Surya Panen Subur II, Global Sawit Semesta,  Samudera Sawit Nabati, Indo Alam Peunaron, Indo Sawit Perkasa, Perkebunan Tualang Raya milik PTPN-I, Laot Bangko, Nia Yulided Bersaudara, Putra Kurnia, Tegas Nusantara, Kallista Alam, dan Dua Perkasa Lestari.

“Jika dibanned Unilever atau merek yang lainnya, perusahaan tetap saja bisa menjual hasil produknya, ada strategi supaya produknya tetap ditampung,” kata Direktur Walhi Aceh, M Nur.

Inpres Sawit Berakhir

Presiden Jokowi mengeluarkan Instruksi Presiden (Inprses) No. 8 tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit Serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit alias kebijakan moratorium sawit.

Tujuannya adalah untuk peningkatan tata kelola perkebunan sawit yang berkelanjutan dan juga menjaga dan melindungi lingkungan dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Di tata kelola, Inpres Moratorium Sawit memerintahkan Menteri KLHK mengevaluasi dan memastikan perkebunan kelapa sawit untuk menerapkan standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Lokasi lahan sawit yang dikelola PT. Nia Yulided Bersaudara, kawasan Bireuem Bayeun, Aceh Timur. Foto direkam Tim Lipsus dari udara, 6 November 2021

 

Sementara terkait menjaga lingkungan, Presiden memerintahkan KLHK melakukan evaluasi dan melaporkan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan areal hutan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value Forest/HCVF) dari pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit.

Selain itu, Inpres juga memerintahkan KLHK melakukan penundaan pelepasan atau tukar menukar kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit kepada permohonan baru, atau permohonan yang telah diajukan namun belum melengkapi persyaratan atau sudah memenuhi persyaratan namun berada pada kawasan hutan yang masih produktif.

Tim Liputan berupaya mewawancarai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, A Hanan SP MM, terkait implementasi kebijakan moratorium sawit ini di Aceh. Namun permintaan wawancara melalui surat resmi ditolak. Ia menyarankan Tim Liputan agar mewawancarai Sekretaris Dinas LHK Aceh, Nizar.

Namun jawaban yang sama justru diterima dari Sekdis LHK Aceh ini. “Jangan saya lah, biar pak kadis aja. Beliau kan lebih cocok jika berbicara tentang kebijakan Pemerintah Aceh,” kata Nizar berdalih.

Kini moratorium perizinan baru untuk perkebunan kelapa sawit sudah berakhir tepatnya pada 19 September 2021, dan tentu menjadi incaran “empuk” investor di sektor perkebunan kelapa sawit.

Fitnah untuk Menurunkan Harga Sawit

Di Aceh, kebijakan moratorium sawit tidak mendapat dukungan dari pemerintah. Seperti dilansir Kantor Berita Antara pada Senin 15 Juli 2019, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan tidak ada perkebunan kelapa sawit di Aceh yang merusak lingkungan seperti informasi negatif yang selama ini beredar di negara luar.

“Tidak mungkin masyarakat Aceh merusak lingkungan, karena kalau hal itu (perusakan lingkungan) dilakukan, maka minyak kelapa sawit petani Aceh tidak akan dibeli oleh negara luar,” kata Nova Iriansyah saat mengunjungi kawasan pedalaman Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat.

Menurutnya, dampak fitnah yang dilancarkan pihak tertentu terhadap komoditas kelapa sawit di Aceh, juga telah berimbas pada turunnya harga jual minyak kelapa sawit (CPO) milik petani yang ada di daerah ini, karena ditolak  oleh negara luar termasuk di kawasan negara Uni Eropa. Ia juga menegaskan, rendahnya harga jual minyak kelapa sawit milik masyarakat terjadi akibat fitnah soal lingkungan.

Direktur WALHI Aceh, Muhammad Nur. Foto: Tim Lipsus, direkam akhir November 2021

Menanggapi hal itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh, Muhammad Nur membantah penyataan Gubernur Aceh tersebut. “Saya kira itu tidak relevan kemudian digambarkan sebagai fitnah, pemerintah harus meluruskan persepsi itu secara objektif.

Karena menurut M Nur, banyak sekali dampak negatif yang terjadi akibat perkebunan kelapa sawit. “Ada persoalan lingkungan yang serius yang harus diperhatikan. Kebakaran yang mudah dipicu, dan terganggunya koridor satwa yang memicu terjadi konflik dengan manusia,” tegas M Nur. []

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA POPULER

Terbaru

Gayo Lues Gelar Festival Seni Budaya Gayo Berhadiah Rp 80 Juta, Ini Jadwalnya

BLANGKEJEREN - Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues akan menggelar Festival Seni Budaya Gayo dengan...

Rakernas Apeksi di Padang, Pj Wali Kota Lhokseumawe Usung ‘Kota Beriman dan Kreatif’

PADANG – Penjabat Wali Kota Lhokseumawe Dr. Imran, MA.Cd., mengusung 'Kota Beriman dan Kreatif'...

Ini Sejumlah Langkah Presiden Joe Biden untuk Perangi Perubahan Iklim

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, mengumumkan sejumlah langkah baru yang sederhana untuk memerangi perubahan...

Peringati HAN, Dinkes Aceh Sediakan Layanan Imunisasi Anak

BANDA ACEH - Dinas Kesehatan Aceh membuka gerai imunisasi bagi anak dalam peringatan Hari...

Ini Kata TA Khalid saat Bimtek Kelompok Tani Hutan Digelar BPDAS Krueng Aceh

LHOKSEUMAWE - Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Krueng Aceh menggelar...

BPSDM Aceh: Tak Ada Program Beasiswa 2022, Kecuali Kerja Sama dengan Politeknik

BANDA ACEH - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Syaridin, S.Pd., M.Pd.,...

HMI Pertanyakan Beasiswa Aceh 2022

BANDA ACEH - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Aceh mempertanyakan kejelasan program...

Di Kala TNI Bantu Selamatkan Batu Nisan Aceh

Oleh: Thayeb Loh Angen Pujangga asal Sumatra Aceh Pada pagi cerah itu, puluhan orang berseragam tentara,...

Pentagon Tunjuk Patrick Ryder Jadi Juru Bicara Baru

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin telah menunjuk seorang Brigadir Jenderal Angkatan Udara sebagai...

Ini Kata Haizir Sulaiman Tentang Kado HUT ke-49 Bank Aceh

BANDA ACEH - Bank Aceh berhasil menjadi bank yang terbaik di kelasnya atau menduduki...

HUT Ke-49: Bank Aceh Gagasan Besar Bagi Perbankan Syariah di Tanah Air

BANDA ACEH - Dalam perjalannya selama 49 tahun, Bank Aceh masih menjadi penguasa pasar...

BPMA dan Medco E&P Malaka Inspeksi Jalur Pipa, Ini Tujuannya

BANDA ACEH – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS),...

Armia Jamil Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua IJTI Korda Lhokseumawe Raya

LHOKSEUMAWE - Armia Jamil terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)...

Soal Kasus Proyek Monumen Samudra Pasai, Nasir Djamil: Kalau Ragu, Hentikan Saja!

LHOKSEUMAWE - Anggota Komisi III/Hukum DPR RI, M. Nasir Djamil, menyoroti penetapan lima tersangka...

Ini Kata Ketum IJTI Soal Pentingnya Pemberitaan Membawa Aceh Lebih Kondusif

LHOKSEUMAWE – Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (Ketum IJTI), Herik Kurniawan, mengajak para...

Danrem Lilawangsa Buka Liga Santri Piala Kasad di Stadion Krueng Mane

LHOKSEUMAWE - Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf. Bayu Permana, melakukan tendangan perdana bola kaki...

Antony Blinken: Latihan Militer Cina adalah Peningkatan Penting

PHNOM PENH, KAMBOJA — Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, Jumat, 5 Agustus...

Liga Santri Piala Kasad di Stadion Krueng Mane, Ini Daftar 10 Tim dan Jadwalnya

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 10 tim pesantren dari 10 kabupaten/kota di wilayah Korem-011/Lilawangsa akan berlaga...

Dilantik Jadi Ketua NasDem Pidie, Ini Kata Fadhlullah TM Daud

SIGLI - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Aceh, Teuku Taufiqulhadi,...

KIP Aceh Utara Sosialisasi PKPU Pendaftaran dan Verifikasi Parpol

LHOKSUKON - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara melaksanakan sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum...