BANDA ACEH –  Seniman Aceh Muhammad Yusuf atau Apa Kaoy mengatakan, saat membuka secara resmi PKA-7, Presiden Jokowi akan menabuh Rapai Pase dan disambut 25 penabuh Rapai Pase dari Grup Raja Buwah.

“Kita sedang mempersiapkan Grup Rapai Pase Raja Buwah dari Baktiya Barat, Aceh Utara untuk ditampilkan dalam acara pembukaan PKA nanti,” kata Yusuf yang merupakan salah seorang tokoh munculnya Grup Rapai Pase Raja Buwah kepada portalsatu.com/, Senin, 30 Juli 2018.

Yusuf mengatakan, Grup Rapai Pase Raja Buwah sudah beberapa kali tampil saat acara pembukaan PKA sebelumnya.

“Saat Presiden memasuki arena acara pembukaan nanti akan disambut dengan gemuruh 25 Rapai Pase,” kata Yusuf yang juga penulis hiem Apa Kaoy.

Ditanya bagaimana jika setiap pembukaan PKA ditampilkan tabuh-tabuhan seribu rapai biasa dan ditambah ratusan Rapai Pase, Yusuf mengatakan, pernah punya wacana sejak beberapa tahun lalu untuk mengadakan acara Seribu Rapai Menyapa Dunia, yang menghadirkan para seniman perkusi lainnya dari berbagai belahan dunia.

“Jika itu dilakukan dengan 1.000 rapai serta dikolaborasikan dengan seni vokal dan gerak tari Aceh, maka suasana pembukaan PKA sangat luar biasa hebohnya,” kata Yusuf.

Program tersebut, kata Yusuf, pernah ajukan ke Disbudpar Aceh tahun 2015. Namun, karena terlalu besar membutuhkan anggaran akhirnya tak terwujud.

“Setelah rencana itu batal, tahun 2017 Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi, mengadakan Rapai International Festival yang juga menghadirkan seniman perkusi dari beberapa negara, selain beberapa jenis rapai dari seluruh Aceh,” katanya.

Seperti diketahui, di Gayo tahun lalu berhasil diselenggarakan acara Tari Saman 12.267 penari dengan kostum lengkap, dan pada pergelaran di tahun 2018 ini, mereka bahkan berencana akan menambah angka menjadi 15.000 penari.

Lantas, apakah alasan pemerintah provinsi berlebihan atau tidak bila “mengeluh” tentang menyelenggarakan seribu rapai membutuhkan biaya besar, yang seharusnya pemerintah provinsi bisa belajar dari daerah?

“Ya, barangkali itu sangat tergantung dengan kemauan dan kemampuan pemerintahnya,” kata Yusuf.[]