BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, dan Wakil Wali Kota, Zainal Arifin, mengecek kesiapan stan milik Kota Banda Aceh di Taman Ratu Safiatuddin, Lampriet, Banda Aceh, Senin, 30 Juli 2018.
Ikut mendampingi Wali Kota, Ketua Dekranasda Banda Aceh, Nurmiaty AR., dan sejumlah anggota Dekranasda. Di stan yang akan digunakan untuk memamerkan produk unggulan, kesenian dan budaya Banda Aceh pada PKA-7, Amin-Zainal disambut Kadis Pariwisata Kota, Rizha, yang mengoordinasikan persiapan stan jelang PKA-7.
Nurmiaty AR., meminta stan itu memiliki space yang cukup untuk memamerkan produk-produk lokal karya pengrajin binaan Dekranasda Banda Aceh.
Stan memiliki luas bangunan 12 x 12 meter itu didesain mulai dari pintu masuk dengan konsep modern, tapi tetap kental dengan motif Aceh. Di samping stan, disediakan foto corner untuk memberi ruang bagi pengunjung berfoto dan selfie sebagai kenang-kenangan.
Stan milik Kota Banda Aceh juga menampilkan proses menenun kain. Mesin tenun tradisional dan cara bertenun nantinya akan ditampilkan di sisi kiri stan.
Untuk menampilkan kesenian seperti tarian tradisional, stan ini memiliki sebuah panggung yang dinamakan pentas seni gemilang. Pentas ini berada di dekat pintu gerbang utama stan.
Di dalam stan, nantinya akan ditampilkan Banda Aceh tempo dulu dan Banda Aceh sekarang dalam bentuk karya fotografi.
Sejumlah pekerja sedang merampungkan persiapan stan, baik interior maupun eksteriornya. Wali Kota Aminullah beberapa kali memanggil Kadis Pariwisata dan meminta stan dapat dipercantik untuk menarik minat para pengunjung PKA. Wali kota dan wakilnya juga melihat desain yang disiapkan Dispar Kota Banda Aceh untuk stan itu.
Sejauh ini, persiapan stan milik Kota Banda Aceh untuk PKA di Taman Ratu Safiatuddin mencapai 90 persen.[](rel)



