BLANGKEJEREN – Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Gayo Lues meminta Pemerintah Daerah setempat membeli kuda pejantan Taubret Australia tahun 2021. Pordasi mengaku siap menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemda dari hasil kuda pejantan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Anwar Roby Karya, Ketua Pordasi Gayo Lues, Senin 30 November 2020. Menurut dia, saat ini tidak ada kuda pejantan Taubret Australia di Gayo Lues. Bagi pencinta atau orang yang memelihara kuda hendak mengawinkan kuda betinanya dengan kuda penjantan harus keluar daerah.

“Kalau sudah keluar daerah mengawinkan kuda biayanya sangat mahal. Di samping biaya transportasi dan biaya makan di jalan, pemilik kuda betina juga harus membayar lagi kepada pemilik kuda Taubret Australia,” katanya.

Jika Pemda Gayo Lues membeli kuda pejantan luar negeri itu, Anwar Roby Karya mengaku akan banyak pencinta kuda yang akan mengawinkan kuda betinanya. Selain akan memiliki anakan yang bagus, harga anak kuda yang dikawinkan dengan kuda Taubret Australia sangat mahal.

“Jika sudah ada kuda pejantan Taubret Australia, pencinta kuda di Gayo Lues bakalan tambah semangat memelihara kudanya, dan orang-orang luar daerah juga bakalan datang mengawinkan kudanya ke Gayo Lues, ini kesempatan meningkatkan PAD,” jelasnya.

Di Gayo Lues, kuda setiap tahun diperlombakan dalam ajang memeriahkan HUT RI dan HUT kabupaten. Kedua momen itu dijadikan sebagai ajang silaturahmi antara masyarakat Gayo Lues dengan Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Tenggara. Warga luar dataran tinggi Gayo juga datang menyaksikan lomba pacuan kuda tahunan.[]