BANDA ACEH – Terkait hasil pemeriksaan kesehatan para bakal calon kepala daerah yang dibuat KIP Aceh, Aliansi Pemuda Peduli Pilkada Aceh (AP3A) mempertanyakan mekanisme pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Tim Kesehatan KIP Aceh.
Koordinator AP3A Handika Rizmajar, meminta Tim Pemeriksaan Kesehatan KIP Aceh benar-benar 'sehat' dalam menilai hasil pemeriksaan semua kandidat calon kepala daerah. Mereka juga diminta memaparkan apa-apa saja kekurangan dari para bakal calon kepala daerah tersebut.
“Kami meminta kepada Tim Pemeriksaan Kesehatan KIP Aceh untuk benar-benar sehat dan objektif dalam mengeluarkan hasil pemeriksaan kesehatan, serta memaparkan kekurangan-kekurangan para calon tersebut, secara publik, agar independensi KIP terlihat,” ujarnya melalui siaran pers Sabtu malam, 1 Oktober 2016.
Pihaknya juga menilai, hasil tes pemeriksaan kesehatan terlalu cepat dikeluarkan. Lazimnya kata Handika, proses pemeriksaan tes kesehatan membutuhkan waktu yang agak lama untuk hasil yang optimal.
“Saya merasa hasil tes kesehatan terlalu cepat untuk dikeluarkan, atau memang tim yang benar-benar sudah cukup mumpuni dalam mengetes dan mengeluarkan hasil tes tersebut, entah pemikiran saya ini terlalu ketinggalan zaman atau bagaimana, yang jelas saya sangat berharap kekurangan-kekurangan para calon kepala daerah yang tidak lolos tes kesehatan benar-benar itu hasil dari penilaian yang sehat dan objektif,” ujarnya.
Selain itu AP3A berharap agar ke depan KIP harus benar-benar bekerja lebih objektif lagi dalam melaksanakan tahapan pilkada yang sudah sangat dekat dengan hari H.
“Agar pilkada nanti betul-betul berjalan sesuai dengan apa yang di harapkan, jika tidak akan ada pihak-pihak yang akan dirugikan, dan tentunya akan menuntut, terutama pada hasil tes kesehatan ini,” kata dia.[]



