BENER MERIAH – Pemerintah Aceh menyalurkan bantuan untuk masyarakat korban banjir bandang dan tanah longsor di Kampung Wihni Durin, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah, yang terjadi pada Sabtu, 16 Januari 2021, sore. Akibat bencana tersebut delapan rumah warga rusak.

Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh, Devi Riansyah, A.Ks., M.Si., didampingi Kabid Linjamsos Sya`baniar, dan Kasi PSKBA Yanyan Rahmat mengantarkan bantuan berupa sandang pangan yang diterima Bupati Bener Meriah Tgk. Syarkawi di halaman kantor bupati setempat, Senin, 18 Januari 2021. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Bener Meriah Almanar, Wakil Ketua I DPRK Bener Meriah Tgk. Husnul Ilmi, dan Anggota DPRK Sapri Gumara dan Darussalam.

Devi Riansyah mengatakan logistik ini merupakan bantuan Pemerintah Aceh yang dikhususkan kepada masyarakat korban longsor dan banjir bandang.

Devi Riansyah berpesan agar setiap terjadi bencana dalam bentuk apapun dilaporkan ke Dinas Sosial Aceh. Dia berharap hubungan Pemerintah Aceh dengan pemerintah kabupaten/kota selalu baik sehingga dapat saling mendukung dalam membantu masyarakat. 

Bupati Syarkawi mengatakan pihaknya akan segera menyalurkan bantuan Pemerintah Aceh ini kepada masyarakat untuk meringankan beban korban bencana.

 Tinjau Lokasi Longsor

Usai menyerahkan bantuan, Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh Devi Riansyah bersama rombongan didampingi Kepala Dinas Sosial Bener Meriah, Almanar meninjau lokasi bencana di Kecamatan Syiah Utama.

Sesampai di Kampung Tumbolon rombongan tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Kampung Wihni Durin karena jalan sudah ditutupi lumpur sepanjang 150 meter akibat banjir bandang terjadi tadi malam/Ahad, sekitar pukul 00. 00 WIB.

“Kami sebenarnya ingin ke lokasi longsor yang kemarin, cuma sudah tidak bisa dilalui ke sana karena jalan menuju ke sana sudah ditutupi longsor. Kita memang berharap ini bisa kita selesaikan tentunya melalui koordinasi dengan para pihak,” kata Devi Riansyah.

Camat Syiah Utama, Mustaqim yang berada di lokasi longsor mengatakan akibat curah hujan tinggi sekitar pukul 00.00 WIB tadi malam mengakibatkan longsor hingga menutupi badan jalan sepanjang 150 meter. Sehingga tidak dapat lagi diakses masyarakat Kecamatan Syiah Utama.

“Status jalan ini adalah milik provinsi dan merupakan jalan utama Kecamatan Syiah Utama. Di sana ada sekitar 700 kepala keluarga (KK) maka dengan terjadi longsor ini mereka tidak dapat lagi beraktivitas untuk turun ke kota,” katanya.

Menurut Mustaqim, badan jalan yang ditutupi longsor bukan hanya di Kampung Tumbolon, melainkan masih ada beberapa titik jalan yang longsor. “Namun yang parah yang di Tumbolon ini,” katanya.

Mustaqin mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk meminta bantu dan memobilisasi alat berat agar jalan ini dapat kembali dilalui. “Kami sudah berkoordinasi agar jalan ini dapat kembali bisa dilalui. Jalan ini juga masuk dalam rencana pembangunan jalan multiyears saat ini,” katanya.[](*)