BANDA ACEH –  Untuk menghapus stigma Aceh sebagai provinsi termiskin di Sumatera, Pemerintah Aceh juga diminta membangun ekonomi kawasan, sehingga pertumbuhan ekonomi di Aceh merata serta memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal itu diungkapkan pengamat ekonomi dari Universitas Syiah Kuala, Dr Amri. Ia menyarankan Pemerintah Aceh segera mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar, Kawasan Ekonomi Gayo, Kawasan Barat Selatan Aceh (Bersela). Keempat kawasan ini dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi makro dan menciptakan lapangan kerja, sehingga angka penganguran dan penduduk miskin menurun.

“Jika empat lokasi ini berkembang, tentu ekonomi Aceh akan berkembang, juga pengangguran akan berkurang,” kata Amri saat dikusi publik Kawasan Ekonomi Khusus dan Strategi Pengentasan Kemiskinan di Aceh, Sabtu, 8 Februari 2020, di Banda Aceh.

Dia menjelaskan, Pemerintah Aceh harus memfokuskan untuk mengembangkan PSN yang telah masuk ke ranah pembangunan nasional. Bahkan proyek ini sebagai pemicu untuk mendrongkak pertumbuhan ekonomi dari hulu hingga hilir.

“Coba lihat sekarang KEK Arun tidak jalan, KIA Ladong berjalan di tempat, bagaimana bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi makro di Aceh,” jelasnya.

Menurut Amri, langkah untuk mendongkrat pertumbuhan ekonomi makro, Pemerintah Aceh harus berkerja dan membentuk tim khusus untuk menjemput bola ke Pemerintah Pusat, apa yang terkendala, sehingga dapat diselesaikan.

“Pemerintah Aceh harus ada komitmen, apalagi kawasan KEK Arun lokasinya itu sangat strategis, ada PT Pertamina, PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM), PT Pelindo I, dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA), dan PT KKA. Jadi kawasan inilah yang sangat strategis, pemerintah Aceh harus fokus,” pungkasnya.[Khairul]