SUBULUSSALAM – Pengembangan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam layak didukung semua pihak untuk meningkatkan pelayanan publik.
Namun pembangunan sarana tersebut sepatutnya tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik saja, akan tetapi disertai pengembangan pelayanan kepada pasien yang membutuhkan untuk berobat, kata Ketua LSM Aceh Future Wilayah Kota Subulussalam, Farida Solin kepada portalsatu.com, Minggu 13 Maret 2016.
Farida Solin menyebut hasil pengamatan pihaknya saat ini rumah sakit itu hanya memiliki satu orang dokter spesialis penyakit dalam. Padahal pasien yang dirawat/rawat inap juga banyak, ujar Fadida Solin.
Menurut dia, terbatasnya dokter spesialis berdampak terhadap pelayanan untuk pasie rawat inap dan pemeriksaan rawat jalan. Itu sebabnya, dokter yang ada saat ini baru selesai melayani para pasien hingga sore hari, melebihi jam kerja yang ditentukan.
“Hal ini patut menjadi perhatian serius. Kita minta Pemerintah Kota Subulussalam bisa menambah dokter spesialis penyakit dalam minimal tiga orang untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien/masyarakat,” ujar Farida Solin.
Farida Solin menambahkan, jika menghadapi masalah anggaran untuk gaji dokter spesialis itu, pemerintah dan DPRK Subulussalam bisa mengajukan ke Pemerintah Pusat atau Pemerintah Aceh. Intinya penting untuk menambah dokter spesialis di rumah sakit umum. Ini harus dipikirkan bersama karena menyangkut kepentingan publik, pungkasnya.[]
Laporan Wahda



