ACEH UTARA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Djamari Chaniago, meninjau lahan untuk lokasi pembangunan rumah hunian tetap (huntap) korban banjir, di Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, Rabu, 7 Januari 2026.
Kunjungan Menko Djamari itu disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah pada tahap pemulihan, terutama percepatan penyediaan tempat tinggal yang aman dan layak bagi korban banjir bandang.
Kedatangan Djamari didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, Kapolda Aceh Irjen Pol, Marzuki Alibasyah, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil akrab disapa Ayahwa, dihadiri ulama kharismatik, Tgk H. Muzakir (Waled Lapang), dan para pejabat Forkopimda Aceh lainnya.
Rencana pembangunan huntap itu untuk masyarakat korban banjir di Kecamatan Lapang.
Ayahwa di hadapan Menko Polhukam menyampaikan kunjungan kali ini fokus untuk mengawali pembangunan rumah bagi korban banjir atau disebut huntap, yang akan dibangun di Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang. Di sini akan dibangun sebanyak 104 rumah dalam satu area seluas 160 meter x 139 meter atau lebih dari 2,2 hektare.
Selain rumah penduduk, di lokasi tersebut nantinya juga dilengkapi dengan musala, balai pertemuan, dan area parkir atau pasar kampung.
“Terjadi 20 titik muara baru, rumah rusak dibawa arus. Pak Menko, mohon dipercepat pembangunan rumahnya, apalagi sekarang sudah mendekati bulan suci Ramadan,” kata Ayahwa.
Di Kecamatan Lapang, gampong (desa) yang mengalami kerusakan parah dan banyak penduduk kehilangan rumah meliputi Gampong Kuala Cangkoi, Kuala Keureutoe Timu, dan Matang Baroh.
Ayahwa merincikan data terkini jumlah korban terdampak banjir di Aceh Utara yang terjadi pada akhir November 2025. Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 230 orang, dan 6 orang hilang belum ditemukan hingga saat ini. Korban luka-luka sebanyak 2.127 orang, ibu hamil terdampak 1.433 orang, balita 9.525 orang, lansia 6.895 orang, dan disablitas 513 orang.
Secara keseluruhan jumlah korban terdampak bencana banjir sebanyak 124.549 keluarga atau 433.064 jiwa. Siswa terdampak sebanyak 74.383 orang dan guru 9.071 orang.
Sedangkan dampak kerusakan rumah, dengan rincian rumah terendam sebanyak 72.364 unit, rumah hilang 3.506 unit, rumah rusak berat 6.236 unit, rusak sedang 16.325 unit, dan rusak ringan 20.280 unit.
Sementara sawah terdampak banjir mencapai 14.506 hektare, dan tambak 10.674 hektare.
Lokasi pengungsian masih ada sebanyak 210 titik hingga hari ini.
Ayahwa secara khusus menyampaikan kepada Menko Polkam bahwa permohonan masyarakat korban banjir Aceh Utara agar dijenguk langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
“Kami mohon melalui Pak Menko Polkam agar kami di sini dapat dijenguk oleh Bapak Presiden. Mohon Bapak Presiden datang ke Aceh Utara, ini permohonan khusus dari seluruh masyarakat terdampak bencana,” ujar Ayahwa.

[Menko Polkam Djamari Chaniago berbincang dengan Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil dan Ketua DPRK Arafat saat meninjau lahan untuk pembangunan huntap korban banjir di Gampong Kuala Cangkoi, Rabu, 7 Januari 2026. Foto: Fazil/portalsatu]
Menko Djamari mengatakan pihaknya akan melaporkan permohonan itu kepada Presiden Prabowo. “Akan saya laporkan kepada Presiden tentang permohonan dari Pak Bupati terkait kunjungan Presiden. Kita akan memulai pembangunan huntara dan huntap, mudah-mudahan nanti Pak Presiden akan berkunjung ke Aceh Utara,” kata Djamari.
Djamari menyebut rumah korban banjir yang dibangun di Gampong Kuala Cangkoi merupakan huntap yang dibangun pertama oleh pemerintah. “Itu akan dibangun secepatnya, agar bisa ditempati saat memasuki bulan Ramadan. Mudah-mudahan bisa memberikan kenyamanan saat beribadah karena telah memiliki rumah”.
“Rumah yang akan dibangun di Kuala Cangkoi awalnya direncanakan 100 unit, tetapi setelah pendataan jumlah kerusakan rumah mencapai 104 unit dibangun. Rumah itu akan dilengkapi perabot seperti tempat tidur, kursi tamu, dan meja makan. Harapan saya korban bencana mau tinggal di kompleks perumahan huntap ini. Juga mau bersama-sama bekerja guna membantu pembangunan rumah ini,” ujar Djamari.
Djamari menambahkan, rumah untuk korban banjir itu dibangun di luas lahan 2,2 hektare, tanah bersertifikat milik Pemkab Aceh Utara. Ukuran tanah untuk setiap rumah 8×15 meter, dengan ukuran bangunan rumah 6x 6 meter.
“Ada musalanya, ada ruang pertemuan, ada sisa tanah untuk keperluan halaman lagi, ini kebaikan dari Bupati kita. Alhamdulillah, huntap ini akan dimulai bangun di sini,” kata Djamari.
Djamari juga menyerahkan bantuan peralatan sekolah bagi anak-anak korban banjir. Kepada warga yang kehilangan rumah, Menko Polkam menyerahkan paket bantuan rumah, diterima secara simbolis oleh Tgk. Muhammad Hasan selaku Panglima Laot Kecamatan Lapang.[]








