BLANGKEJEREN — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengelar sayembara pembuatan alat disinfektan pencegahan penyebaran virus corona, total hadiah mencapai Rp 10 juta. Pemenangnya akan disarankan membuat alat dalam jumlah banyak dan akan dibeli oleh pemerintah daerah setempat.

Kepala Dinas Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral Gayo Lues, Ridwan, Kamis, 26 Maret 2020 mengatakan, pendaftaran sayembara dimulai sejak tanggal 26 hingga 31 Maret 2020. Penilaian dan penetapan pemenang dilakukan pada 2 April 2020.

“Tujuan dari sayembara ini karena bantuan alat disinfektan dari pemerintah belum ada. Tujuan lainnya untuk menggairahkan industri di di Gayo Lues dalam membuat alat disinfektan,” jelasnya.

Ridwan menambahkan, ada tiga macam kriteria produk sayembara ini, yang pertama pembuatan gerbang disinfektan ukuran 5×4 meter yang berfungsi untuk penyemprotan cairan disinfektan yang nantinya akan ditempatkan di jalan atau pintu masuk ke fasilitas umum.

Komponen alat dalam penyemprotan itu kata Ridwan adalah yang terdiri dari spuyer (nozle prinkler kabut) atau sejenisnya minimal 15 buah, pompa air elektrik atau sejenisnya, tabung cairan/wadah cairan disinfektan, selang/pipa, dan tiang penyangga (besi/kayu).

“Kemudian pembuatan sauna disinfektan minimal ukuran panjang 1×1 meter, tinggi 2 meter yang berfungsi melakukan penguapan cairan disinfektan, adapun komponen gambaran alatnya seperti dinding bebas, mesin kabut/mist maker, kipas untuk menaikan uap, dan tabung cairan/wadah cairan disinfektan,” rincinya.

Sementara sayembara ketiga adalah pembuatan hand senitizer yang dapat digunakan sebagai disinfektan untuk membersihkan tangan, dan masing-masing pemenang dari sayembara ini akan diberikan hadiah Rp 4 juta untuk pembuatan gerbang, Rp 5 juta untuk pemenang pembuat sauna, dan Rp 1 juta untuk pemenang pembuat hand sanitizer.

“Bagi yang berminat bisa mendaftar dengan cara menelpon 082366422792 atas nama Muharni atau bisa juga menghubunggi 082363528568 atas nama Masniar, dan bagi alat yang sudah siap dibuat, kami akan datang ke tempat pembuatan dan menilainya secara langsung,” pungkasnya.[**]