BLANGKEJEREN – Gagalnya pengerjaan proyek peningkatan Jalan Simpang Porang-Kutebukit tahun 2020 ini membuat warga kecewa. P,asalnya, kondisi jalan itu sudah sangat mengkhawatirkan lantaran banyak lubang.
Syukri, Ketua Pemuda Desa Porang, Gayo Lues, Jumat, 7 Agustus 2020, mengatakan jJalan Simpang Porang-Kutebukit merupakan akses yang setiap hari dilintasi ratusan kendaraan, tetapi kondisinnya hari ini badan jalan rusak berat.
“Setiap hari ada ratusan kendaraan yang melintasi jalan itu, karena selain menjadi jalan utama bagi warga Penampaan Uken, Desa Porang, Raklintang, dan Anak Reje menuju pusat kota, jalan itu juga merupakan lintasan anak sekolah menuju SD Negeri 2 Blangkejeren, SMP Negeri 4 Blangkejeren, Sekolah Swasta Global, dan SMA Negeri di Raklintang,” kata Syukri.
Untuk itu, Pemuda Porang mendesak Dinas PUPR Gayo Lues segera menimbun/menempel jalan yang berlubang di sepanjang Simpang Porang-Kutebukit dan Jalan Porang-Anak Reje, sehingga tidak ada lagi kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut.
“Kalau memang tidak bisa ditingkatkan tahun ini, kita meminta agar ditempel saja jalan yang berlubang, ini demi keselamatan pengendara yang melintasi Jalan Simpang Porang, karena posisi jalan itu sangat sulit dilintasi dan sangat menganggu kenyamanan berlalu lintas,” ungkap Syukri.

(Amin Tujung, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Gayo Lues. Foto: Win Porang)
Kepala Dinas PUPR Gayo Lues, Mansur, S.T., melalui Kabid Bina Marga Amin Tujung merespons permintaan pemuda Porang itu. Menurut Amin, ruas Jalan Simpang Porang itu akan menjadi program prioritas Dinas PUPR dan diupayakan dilakukan perbaikan/penempelan tahun 2020 ini.
“Tapi sebelum dilakukan perbaikan/penempelan, kami mengimbau kepada pengendara yang melintas di jalur tersebut agar berhati-hati supaya tidak terjadi kecelakaan, dan kami dari Dinas PUPR akan mengupayakan perbaikan ruas jalan tersebut tahun ini,” katanya melalui pesan WA.[]



