Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsPenasihat Hukum Warga...

Penasihat Hukum Warga Ini Minta Kapolri Periksa Polres Aceh Selatan

BANDA ACEH – Muhammad Reza Maulana, S.H., Penasihat Hukum Jasman HR, warga Krueng Luas, Aceh Selatan, meminta Kapolri memeriksa Polres Aceh Selatan. Pasalnya, laporan polisi (LP) yang dibuat warga tersebut empat bulan lalu ke Pores Aceh Selatan terkait kasus dugaan penipuan, penyorobotan dan pengrusakan, dengan terlapor pihak-pihak yang ada di PT ATAK, sampai sekarang tidak jelas penanganannya.

“Banyak kejanggalan dalam proses penanganan perkara yang dilaporkan klien kami. Kapolri harus bersikap dalam perkara ini. Ini adalah tindakan yang jauh dari Visi Presisinya Polri hari ini. Karena diduga ada upaya menyelamatkan pihak-pihak yang telah dilaporkan klien kami ke Polres Aceh Selatan, dan bahkan diduga ada upaya untuk terus menghambat penegakan hukum terhadap kasus yang kami laporkan,” kata Muhammad Reza Maulana (MRM) dalam siaran persnya dikirim kepada portalsatu.com, Jumat, 28 Januari 2022.

MRM menunjukkan perbandingan proses hukum yang dilakukan Polres Aceh Selatan terhadap laporan PT ATAK dengan laporan warga. “PT ATAK itu dahulu telah melaporkan klien kami ke Polres Aceh Selatan. Saat ini terhadap perkara tersebut, proses hukumnya telah ditingkatkan dan diserahkan ke Kejaksaan, atau telah selesainya tahap II,” ujarnya.

“Dilihat dari proses hukum atas laporan perusahaan itu terhadap klien kami yang dilaporkan melalui LP No. 18, tertanggal 9 Agustus 2021, kemudian pada tanggal 9 September 2021, klien kami telah ditetapkan sebagai tersangka. Jadi, Polres Aceh Selatan yang menindaklanjuti laporan sebuah perusahaan yang melaporkan masyarakat hanya perlu waktu 30 hari untuk menetapkan masyarakat tersebut sebagai tersangka,” tambah MRM.

Baca juga:  Pengacara Warga Krueng Luas Minta Polisi Tetapkan Bupati Aceh Selatan sebagai Tersangka

Namun, kata MRM, saat masyarakat yang melaporkan pihak-pihak yang ada di dalam perusahaan itu, sejak dilaporkan dengan LP No. 22 tanggal 7 September 2021 sampai 25 Januari 2022, sudah empat bulan lebih, tidak jelas bagaimana prosesnya. “Sudah sejauh mana Polres Aceh Selatan menindaklanjuti laporan klien kami tersebut, atau apakah sudah adanya penetapan tersangka dan sebagainya,” kata MRM mempertanyakan.

MRM menduga adanya indikasi keberpihakan dan upaya penyelamatan beberapa orang yang pihaknya laporkan sesuai dengan seluruh uraian fakta sebagaimana tertuang di dalam BAP kliennya serta bukti-bukti yang lengkap yang telah disampaikan kepada penyidik.

“Artinya, hari ini kita dapat melihat ternyata masih ada Polres yang bertindak konvensional dan tidak menjalankan jargon Presisi sebagaimana digaungkan Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabowo,” ujar MRM.

MRM menyatakan jika memang Polres Aceh Selatan tetap bertahan dengan tindakan-tindakan yang seperti saat ini, maka tindakan dan upaya-upaya hukum akan pihaknya lakukan untuk menindak tegas apabila diindikasikan ada oknum yang dengan sengaja memainkan perkara ini dan berupaya menyelamatkan pihak-pihak tertentu dari jeratan hukum serta menghambat proses penegakan hukumnya.

“Jadi, kami meminta sudah waktunya Polres Aceh Selatan unjuk gigi, tak peduli dia perusahaan atau masyarakat biasa, selama bukti menujukkan suatu perbuatan pidana maka tangkap dan proses terlapor/tersangkanya sesuai hukum yang berlaku,” tegas MRM.

MRM berpesan sebaiknya Polres Aceh Selatan profesional dalam menyikapi dan menindalanjuti laporan kliennya tersebut. “Siapapun terlapornya tetap saja hukum harus ditegakkan. Jika memang tidak demikian dengan berat hati saya akan lakukan upaya yang sudah seharusnya saya lakukan sejak lama,” kata dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, Iptu Rajabul Asra, belum menjawab pertanyaan yang dikirim portalsatu.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (28/1), pukul 14.36 WIB. Saat dihubungi melalui telepon seluler pada pukul 15.15 WIB, dia mengatakan, “sebentar, ini lagi gelar sebentar”. Satu menit kemudian, Rajabul Asra mengirim pesan via WA, “Bentar ya lagi vidcon”.

Namun, sampai Jumat malam, Kasatreskrim itu tidak memberikan penjelasan sudah sejauh mana Polres Aceh Selatan menindaklanjuti laporan Jasman HR, warga Krueng Luas, yang dibuat empat bulan lalu.[](red)

 

Baca juga: