LHOKSUKONRatusan hektare padi benih bantuan pemerintah diserang penyakit blas leher (bercak daun yang disebabkan jamur Pyricularia  grisea) di Kemukiman Matang Linga, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Kondisi itu sudah terjadi sepekan terakhir. Bahkan, sebagian tanaman padi yang telah berbuah mulai mengering.

“Rata-rata yang diserang hama blas atau hama ‘pencekik leher’ itu adalah padi yang benihnya disubsidi pemerintah. Sebagian mati sudah tidak ada harapan lagi, mulai mengering padahal telah berbuah,” kata Dicky Irawan, Ketua Forum Petani Kecamatan Baktiya kepada portalsatu.com/, Selasa, 17 Januari 2017.

Dicky menyebutkan, Kemukiman Matang Linga meliputi sejumlah gampong. Di antaranya, Matang Ulim, Arongan Lise, Matang Ulim, dan Matang Baroe. Petani setempat berharap pemerintah dapat mencarikan solusi terkait persoalan itu. Jika tidak, tanaman padi mereka akan gagal panen.

“Pagi tadi tim penyuluh sudah datang ke gampong-gampong memberikan bantuan serbuk pestisida. Namun,  kami harap pemerintah dapat mencarikan solusi terkait ini mengingat hama yang menyerang sudah sangat parah,” ujarnya.

Sementara itu, Mantri Tani Kecamatan Baktiya, Munir, secara terpisah menyebutkan, penyakit blas itu menyerang hampir seluruh padi petani di Baktiya. Kata dia, sebagian padi yang diserang penyakit merupakan benih bantuan pemerintah.

“Tadi, kami bersama penyuluh yang dibantu Babinsa Koramil Baktiya ikut turun membantu menyemprotkan pestisida bantuan Dinas Pertanian Aceh Utara ke areal padi yang diserang hama blas. Sudah sekitra 100 hektare yang diserang hama. Untuk yang sudah diserang hama cukup parah, besar kemungkinan tidak bisa diselamatkan lagi, kecuali yang baru mengalami gejala,” ujar Munir.

Munir menjelaskan, rata-rata padi yang diserang hama jenis varietas ciherang. “Kita berharap ke depan petani dapat memilih benih padi varietas yang lain, seperti infali jenur dan padi unggul hibrida,” pungkasnya.[]