BANDA ACEH – Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan mengatakan senjata yang digunakan pelaku untuk menembak Posko Calon Bupati Pidie Roni Ahmad alias Abusyik diduga berasal dari senjata sisa konflik Aceh.

“Kita duga itu senjata sisa konflik. Senjatanya itu standar, tapi nomor serinya itu tidak terdaftar,” ucap Goenawan ditemui portalsatu.com, Senin, 17 April 2017.

Adapun barang bukti berhasil disita adalah sepucuk senjata api (senpi) AK-56 dan satu magasin, sepucuk senpi AK-102 dan satu magasin, 109 butir peluru kaliber 7,62 mm, 25 butir peluru kaliber 9 mm, 25 butir peluru kaliber 5,56 mm, dan senjata angin cal 177.

Polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Meski diduga kuat ada motif politik, polisi mengungkap kasus tersebut sebagai kriminal murni.

Diberitakan sebelumnya, Dit. Reskrimum Polda Aceh bekerja sama dengan personel Polres Pidie, berhasil menangkap empat orang yang diduga komplotan penembakan Posko Calon Bupati Pidie Roni Ahmad alias Abusyik pada 6 Maret lalu. Penangkapan ini bermula saat polisi mencurigai Is sebagai komplotan kasus tersebut. Dari hasil interogasi, Is pun 'bernyanyi' dan mengungkapkan komplotannya sekaligus eksekutor di lapangan yang berjumlah enam orang.

“Setelah kita lakukan interogasi dan pengembangan yang profesional dan humanis akhirnya terungkap enam pelaku. Empat orang sudah kita amankan, sedangkan dua masih DPO,” ucap Kombes Pol Goenawan[]