Seni memilki tempat yang sama dengan unsur lain dalam membangun sebuah peradaban. Peradaban manusia tercipta karena adanya beberapa faktor, seperti geografi, ekonomi, dan sebagainya. Selain itu, faktor agama, seni, sosial, intelektual, dan sebagainya, ikut mendukung terbentuknya sebuah peradaban.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr Tgk H Ajidar Matsyah, Lc., MA, dalam pengajian rutin Majelis Seniman Aceh, di Balee Rafli, Jln Amd, Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Sabtu malam (Malam Ahad), 31 Agustus 2019/1 Muharram 1440 H, pukul 20:30 (bakda Isya).

Dengan samanya tempat seni dengan yang lain seperti agama dan politik, maka posisi seniman sebagai pencipta seni menjadi sama pentingnya.

“Ada bagian dari kehidupan yang memang harus disampaikan melalui seni sehingga tersampaikan dengan sempurna. Semua seni itu sendiri bersifat dibolehkan. Sebagian ulama membagikan seni ke dalam dua jenis, yaitu seni yang islami dan seni yang sekuler. Seni yang islami yang sesuai denan ajaran Islam. Seni yang sekuler yang bertentangan dengan Islam,” kata Ajidar yang merupakan dosen Fakultas Adab IAIN Ar-Raniry.

Pengajian yang bertema “Peran Seni Dalam Peradaban Islam” dan merupakan pengajian pertama kali tersebut berlangsung sampai pukul 23 lebih.[] Rilis