TAKENGON – Penulis buku “Hikayat Negeri Kopi” dan pengamat Kopi Gayo, Muhammad Syukri mengatakan, untuk menghindari permainan harga kopi, perlu ada terobosan untuk penjualan nasional.

“Kopi dalam skala nasional saat ini baru tingkat kopi saset yang harganya sangat murah, belum ada terobosan membuka pasar kopi untuk kebutuhan nasional,” kata Muhammad Syukri kepada portalsatu.com di Aroma Coffee Blang Kolak Satu, Takengon, Aceh Tengah, Jumát 2 Desember 2016.

Sebelumnya hal serupa juga diungkapkan oleh eksportir kopi Internasional Haji Rasyid dari Orro Coffee Aceh Tengah. Haji Rasyid menyebut apabila kopi dapat menembus pasar nasioanl 30 persen saja, maka permainan harga bisa dihindari.

Namun Muhammad Syukri menyebutkan gara-gara nilai minum kopi rakyat Indonesia masih dari saset dengan harga murah, maka pasar kopi di tingkat nasional belum menembus persentase yang cukup, sehingga masih tergantung luar negeri.

“Harusnya ada terobosan menjadikan kopi berkualitas di pasar nasional. Bila Kopi Indonesia bisa menjual hingga 50 persen di dalam negeri, maka Indonesia dapat menentukan harga sendiri,” ujar Muhammad Syukri.

Katanya, perlu ada terobosan untuk membentuk pasar nasional, karena dengan kebijakan negara pembeli kopi bisa saja akan merubah kebijakan yang dapat merugikan negara penghasil kopi, persis dengan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat, kedepan mungkin muncul kebijakan baru negeri itu dalam hal pembelian kopi.

“Makanya sangat penting dibuka pasar nasional untuk membeli kopi petani yang berkualitas dunia,” demikian Muhammad Syukri.[]