IDI RAYEK – Abubakar (40), petani Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, dilaporkan hilang saat pergi mengikat kerbau di kawasan hutan Dusun Pulo Munta, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Jumat, 2 Oktober 2020, sore. Penggembala itu belum ditemukan sampai Ahad siang.
Kapolsek Simpang Jernih, Ipda Ade Candra,S.H., Ahad siang, mengatakan anggotanya bersama personel Koramil Simpang Jernih dan warga berusaha melakukan pencarian terhadap Abubakar setelah menerima laporan Geuchik Desa Batu Sumbang, Wahidin, Sabtu, 3 Oktober 2020.
Geuchik Wahidin melapor ke Polsek Simpang Jernih bahwa Abubakar menggembala kerbau, Jumat, sekira pukul 16.00 WIB. Menurut keterangan beberapa kawan Abubakar, yang bersangkutan hilang saat mengikat kerbau untuk diberi makan.
“Sebelumnya Abubakar sempat mengatakan kepada kawan-kawannya meminta izin untuk melihat kerbaunya. Namun, sudah terlalu lama Abubakar tidak kunjung kembali. Kawan-kawan Abubakar kemudian mendatangi lokasi Abubakar mengikat kerbaunya di kawasan hutan Dusun Pulo Munta. Setelah tiba di lokasi itu, kawan dari Abubakar tidak menemukan Abubakar,” ujar Kapolsek Ade Candra.

Kawan-kawan Abubakar kemudian mencoba mencarinya hingga pukul 18.30 WIB. Karena hari telah gelap, mereka pun pulang ke rumah. Keesokan harinya, Sabtu, Abubakar belum juga pulang. Mengetahui kejadian tersebut, warga melaporkan kepada Geuchik Desa Batu Sumbang, yang selanjutnya meneruskan laporan ke Polsek Simpang Jernih.
“Memperoleh laporan itu, anggota Polsek bersama anggota Koramil Simpang Jernih dan warga berusaha melakukan pencarian terhadap Abubakar. Namun hingga hari ini (Ahad siang) belum ditemukan,” kata Kapolsek Simpang Jernih, Ipda Ade Candra.[](rilis)



