SIMEULUE – Pemerintah Desa Suak Manang dan BPP Kecamatan Salang, Serta Penyuluh Pertanian Kecamatan Salang laksanakan Giat Pengubinan Padi Bertempat di Belang Alatat Desa Suak Manang Kecamatan Salang, Simeulue pada Jumat, 26 Januari 2024.

Kegiatan ini merupakan tahapan dari program Humassa Sebbel-Khumaha Hebba Pemerintah Kabupaten Simeulue untuk ketahanan pangan. Masa tanam tahun 2023 lalu, sebagian petani sudah masuk tahap panen.

Kepada Desa Suak Manang, Hasan Syahadat sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini, apalagi di dukung oleh pemerintah Kabupaten Simeulue oleh Dinas Pertanian dan Tanaman pangan Kabupaten Simeulue.

Sejak Awal program ini telah mengembalikan kesadaran masyarakat untuk kembali turun ke sawah, bukan hanya petani. Malainkan PNS, dan pelaku usaha yang kembali buka lahan baru dan turun ke sawah.

“Berkat program ini, banyak lahan baru telah digarap kembali, para PNS pelaku usaha telah kembali bertani,” ujar Hasan kades Suak Manang.

“Hal tersebut kita contohkan Blang Lafungan di Desa Nasreuhe, Blang Bonik di Desa Lalla telah kembali digarap oleh para petani. Hal ini menunjukkan program Dinas Pertanian dan Pangan Simeulue di bawah kepemimpinan Pak Samsuar, SP sebagai kepala Dinasnya telah nyata membuahkan hasil,” katanya.

Disebutkan bahwa pengubinan padi di Desa Suak Manang salah satu tahapan Program Humassa Sebbel-Khumaha Hebba yang telah berjalanan maksimal sejak tahun 2020. Sehingga untuk tahun ini para petani semakin bertambah pengalaman dan pengetahuan untuk meningkatkan hasil panen setiap tahun, dan mengatasi segala jenis penyakit padi dan gangguan hama.

Seperti di katakan kelompok Tani Desa Suak Mananag Etwanto, untuk Blang Alatat tahun ini pertumbuhan padi sangat bagus tentunya hasil panen petani meningkat untuk tahun ini.

“Panen tahun ini, alhamdulillah hasil gabah meningkat. Termasuk di Blang Alatat dan Blang Langkayan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan PPL Desa Suak Manang Maslidin, S.P dilihat dari pengubinan padi yang dilaksanakanlaksanakan dari satu hektare lahan dapat menghasilkan gabah sebanyak 5,58 ton.

“Ubinan bertujuan untuk menghitung jumlah hasil gabah per hektarnya. Khusus Blang Alatat telah dilakukan, dan hasilnya mencapai 5,58 ton per hektarnya”. Ujarnya.

Namun demikian, kata Kades Suak Manang Bermohon kepada dinas Terkait untuk dapat membantu meringankan para petani, seperti Mesin Perontok Padi yang saat ini sangat-sangat dibutuhkan para petani Desa Suak Manang, yang telah 60 persen telah memasuki tahap panen.

“Kami bermohon kepada Pak Kadis, untuk dapat membantu meringankan para petani di Desa Suak Manang, yang saat ini kekurangan Treasure (Mesin perontok Padi),” pungkas Kepala Desa Suak Manang Hasan Syahadat sembari bermohon.[] (rilis)