BLANGKEJEREN – Pengungsi korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues terus bertambah, hingga hari ini Sabtu, 30 November 2025, pukul 18:30 WIB. Jumlah pengungsi sementara sudah mencapai 14.850 jiwa dan tiga orang meninggal dunia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Muhaimin, mengatakan jumlah terdampak banjir dan tanah longsor 11 kecamatan, korban meninggal tiga orang, dan jumlah warga terdampak mencapai 111.007 jiwa.

“Rumah rusak 2.282 unit, wilayah terisolir tujuh kecamatan, jembatan putus 41 buah, dampak akasa listrik 11 kecamatan, dan akses air bersih 10 kecamatan,” katanya di posko banjir Gayo Lues.

Sementata akses internet putus semua Kecamatan di Kabupaten Gayo Lues, rumah ibadah yang rusak Lima unit, sekolah tergenang air atau terdampak banjir 6 unit, dan rumah sakit terdampak Slsatu unit.

“Untuk jumlah pengungsi kemungkinan akan bertambah lagi, karena untuk Kecamatan Putri Betung, Pining, dan Kecamatan Tripe Jaya masih banyak desa yang belum terdata karena belum semua jalur tidak bisa dilewati,” ujarnya.

Hingga saat ini, Kabupaten Gayo Lues masih terukurung dari Kabupaten lainnya meskipun alat berat sudah bekerja membersihkan longsor dan jalan amblas, sementara untuk keluar masuk Kabupaten Gayo Lues hanya menggunakan pesawat Susi Air.[]