LHOKSEUMAWE – Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Aceh, Haji Ramli, melantik pengurus Apindo Lhokseumawe, di Aula Wisma Kuta Karang Lhokseumawe, Selasa, 24 Januari 2023.
Pelantikan pengurus Apindo itu turut dihadiri Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, unsur DPRK Lhokseumawe dan Forkopimda lainnya, serta sejumlah pengusaha tergabung dalam Apindo.
Ketua Panitia Pelaksana, Gajali MA, mengatakan sejauh ini ada 90 pengusaha yang tergabung dalam Apindo Lhokseumawe, dan sebagian besar sudah masuk ke dalam pengurusan.
“Target kita adalah pertumbuhan ekonomi di Lhokseumawe paling utama, yang selama ini mungkin kita sama-sama tahu kurang baik pertumbuhannya. Ini faktor Covid-19 dan juga situasi daerah. Jadi, kita berharap teman-teman pengusaha ini bisa bersatu dan berbuat sesuatu yang baik bagaimana yang muara akhirnya pertumbuhan ekonomi masyarakat itu akan terjadi. Kita melihat Pj. Wali Kota Lhokseumawe menyambut baik apa yang direncanakan Apindo,” kata Gajali yang juga Wakil Sekretaris Apindo Lhokseumawe.
Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Imran, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pengurus Apindo yang dilantik. Melihat komposisi kepengurusan yang ada, pihaknya percaya amanah yang diberikan akan dapat ditunaikan dengan sebaik-baiknya sebagaimana diharapkan bersama.
“Mari kita jadikan pelantikan ini sebagai momen untuk memperkuat Apindo Kota Lhokseumawe dengan berbekal dua modal dasar, yaitu kepercayaan pemerintah terhadap Apindo dalam bersinergi mewujudkan pembangunan masyarakat yang adil dan makmur, serta komitmen dari seluruh anggota Apindo untuk pengembangan organisasi Apindo Kota Lhokseumawe ke depan,” ujar Imran.
Sebagaimana diketahui Apindo lahir pada 31 Januari 1952. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) awalnya berdiri dengan nama badan permusyawaratan urusan sosial seluruh Indonesia. Asosiasi pengusaha ini adalah lembaga yang dibentuk untuk mengatur dan memajukan kepentingan kolektif dari pengusaha dengan tujuan. Pertama, mempersatukan dan membina pengusaha serta memberikan layanan kepentingannya dalam bidang sosial ekonomi. Kedua, menciptakan dan memelihara keseimbangan, ketenangan, dan kegairahan kerja dalam hubungan industrial dan ketenagakerjaan. Ketiga, mengusahakan peningkatan produktivitas kerja sebagai peran aktif untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional, menuju kesejahteraan sosial, spiritual, dan materil. Keempat, menciptakan adanya kesatuan pendapat dalam melaksanakan kebijaksanaan ketenagakerjaan dari para pengusaha, disesuaikan dengan kebijakan pemerintah.
“Selaras dengan hal tersebut, tentunya eksistensinya Apindo dapat membantu pemerintah menciptakan iklim dunia usaha yang sehat, meningkatkan kesejahteraan pekerja, dan diharapkan para pengusaha muda dapat menyumbangkan kemampuannya dalam ikut serta membangun bangsa dan negara khususnya negeri junjungan yang kita cintai ini,” kata Imran.
Menurut Imran, peluang besar itu terbuka lebar mengingat saat ini Kota Lhokseumawe mengupayakan pelaksanaan percepatan pembangunan daerah pada sektor infrastruktur, perikanan, migas, pariwisata, pertanian, dan pengendalian lingkungan hidup yang tidak lain bertujuan mengoptimalkan pemberdayaan potensi guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana tertuang dalam nawacita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menginginkan pembangunan dimulai dari wilayah perbatasan/pinggiran.[]




