BANDA ACEH – Dewan Pakar dan Penasihat Mapesa, Ustaz Taqiyuddin Muhammad, Lc., mengatakan, masih banyak pekerjaan yang dilakukan Mapesa ke depan. Kerja Mapesa, kata dia, merupakan kerja ilmiah, bukan membesar-besarkan kuburan, melainkan menyumbang ilmu pengetahuan dalam penulisan sejarah. Mapesa siap membuka ruang kerja sama dengan BPNB dan Disbudpar dalam menjaga nilai-nilai sejarah.

Hal itu disampaikan Taqiyuddin pada acara pelantikan Pengurus Harian Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) periode 2016-2018, di Aula Kantor BPNB Aceh-Sumut, Banda Aceh, Minggu, 28 Februari 2016.  Pengurus Mapesa itu dilantik oleh Ketua Dewan Pembina Ramli Daili.

“Di sini kumpulan anak-anak muda pencinta sejarah yang bersama-sama terus melestarikan sejarah Aceh,” kata Taqiyuddin Muhammad yang juga penulis buku “Daulah Shailiyah Sumatera”.

Taqiyuddin berharap pengurus baru Mapesa ini dapat melebarkan sayapnya dan terus berkontribusi mengkaji dan menjaga nilai-nilai sejarah di Aceh.

“Sejauh ini, sejak didirikan tahun 2012 silam banyak sudah situs tinggalan sejarah yang telah diselamatkan, di antaranya Situs Lamuri di Lamreh, makam Syeikh Abdurahim Al Madani dari Madinah di Gampông Sageu Pidie, Sultan Alaidin Riyatsyah Indrapuri Kemudian Raja Garot Nurullah Bin Raja Muda Di Kuala Daya, kemudian makam Perdana Menteri Tuan Sri Udahna di Gampông Ilie dan Mufti Pelita Negeri Syeikh Muhammad di Pangoe, makam abad kejayaan abad 15,” katanya.

Usai pelantikan, juga diadakan diskusi bersama dengan Kepala BPCB Aceh dan Sumut Deni Sutrisna, M.Hum.

Sekjen Mapesa, Ayi Al Yusri, mengatakan, masih banyak lagi penemuan yang fenomenal tim Mapesa. Ke depannya, kata dia, Mapesa terus meneliti sejarah dan menjaga nilai sejarah di Aceh.

Sekretaris Presidium Mubes Mapesa, Dina Heryuni, mengatakan, Mubes yang memilih pengurus sekarang bersifat musyawarah dan kekeluargaan. Setelah pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban, sidang Mubes dilanjutkan dengan pembahasan AD/ART hingga istirahat waktu zuhur dan makan siang. Sesi selanjutnya pemilihan pengurus baru Mapesa,” ujarnya.

Dalam kegiatan dua tahunan Mapesa yang berlangsung di Rumoh Budaya Banda Aceh, Minggu, 25 Oktober 2015, katanya, juga ditetapkan Ustaz Taqiyuddin Muhammad, Lc. sebagai Ketua Dewan Penasihat dan Ramli A. Dally sebagai Ketua Dewan Kehormatan Mapesa.

“Dalam kesempatan itu, semua anggota sepakat menunjuk Saudara Mizuar Mahdi sebagai Ketua Mapesa untuk periode 1437–1439 Hijriah atau 2016–2018 Masehi. Selama ini Mizuar aktif mengkoordinir kegiatan meuseuraya Mapesa, ditambah sikapnya yang mampu berkomunikasi secara baik dengan semua anggota, dianggap mampu menjalankan amanah ini,” kata Dina.

Ketua Mapesa Demisioner, Muhajir Ibnu Marzuki mengucapkan selamat atas suksesnya Mubes Mapesa tersebut. Dia berharap, Mapesa bisa menjadi organisasi yang lebih diperhitungkan dalam lingkup sejarah dan kebudayaan di Aceh.

“Sebagai Ketua Mapesa Periode 1435-1437 H, saya mengucapkan selamat atas terpilihnya Saudara Mizuar Mahdi sebagai pengurus baru Mapesa. Ini merupakan amanah semua anggota dan 41.000 member group Mapesa di facebook.com yang harus diemban dengan baik. Di bawah kepengurusan Saudara Mizuar Mahdi, semoga Mapesa mendapatkan prestasi yang lebih banyak dan lebih baik dibandingkan masa kepengurusan kami,” ujar Muhajir.

Adapun pengurus Mapesa ( Masyarakat Peduli Sejarah Aceh ) yang dilantik Minggu, 28 Februari 2016, Periode 2016-2018 Susunan pengurus harian Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Sejarah Aceh adalah, Ketua Mizuar Mahdi, Sektaris Yusri Ramli, Bendahara Deasi Susilawati.[] (*sar)

Laporan Mustakim Al Bachtiary, Alumnus Sekolah Hamzah Fansuri (ASHaF)