Meninggalnya dr. Joserizal Jurnalis, aktivis kemanusiaan pendiri tim kemanusian Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), menyisakan kesedihan banyak pihak, terutama rekan-rekannya.

Pengurus MER-C Aceh, Ira Hadiati, merasa kehilangan sahabatnya tersebut.

“Selamat Jalan Mujahid, sahabatku Joserizal Jurnalis bin Jurnalis Kamil. Allahumafirlahu warhamhu wa'afihi wafuanhu.. Aamiin. Bersyukur aku dipertemukan dengan seorang mujahid sepertimu. Mewarnai hidupku dengan beragam perjuangan yg engkau lakukan untuk umat. Semoga Allah menerima semua amal ibadahmu & memaaf semua ke khilafanmu. Aamiin. # Dipenghujung surah Yasin yg ku kirimkan utk mu, beberapa menit kemudian berita kepergianmu aku terima,” tulis Ira di status facebooknya diserta foto terakhir bersama almarhum.

Ira Hadiati mengatakan, ia juga mengucapkan belasungkawa terhadap meninggalnya Joserizal Jurnalis atas nama Pengurus Pencak Silat Betako Merpati Putih Aceh.

“Joserizal secara pribadi juga mempunyai kedekatan emosional dengan Guru Besar Merpati Putih, Almarhum Mas Pung. Pada saat jenazah Almarhum Mas Pung dibawa ke Jogja, dengan respon cepat dr. Joserizal menginstruksikan MER-C untuk menjemput jenazah Mas Pung, di Bandara Adi Sutjipto, Jogja, dengan ambulan berumbul-umbul MER-C,” kenang Ira.

Credit Photo: Ambulance MER-C menjemput jenazah Almarhum Guru Besar Merpati Putih, Mas Pung, di Bandara Adi Sutjipto, Jogja, 29 April 2014.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Joserizal meninggal dunia, Senin (20/1/2020). Joserizal menghembuskan nafas terakhir pada pukul 00.38 WIB di RS Harapan Kita, Jakarta.

Joserizal meninggal dunia di usia 56 tahun. Jenazah pria kelahiran 11 Mei 1963 itu akan lebih dulu disemayamkan di Pendopo Silaturahim, Jalan Kalimanggis Raya Nomor 90, Cibubur Jakarta Timur.

Joserizal merupakan seorang dokter spesialis orthopedi (bedah tulang). Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Pendirian MER-C dilakukan Joserizal kerap berkontribusi masyarakat korban perang.

MER-C memberikan pertolongan medis di wilayah-wilayah konflik. Mulai dari konflik Ambon, Maluku, Mindanao, Afganistan, Irak, bahkan hingga Gaza. Di Gaza, Palestina, MER-C turut andil dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. MER-C juga turut membantu korban gempa di Aceh.

MER-C bersama pemerintah Indonesia juga memelopori pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State Myanmar.[]