ACEH BARAT – Bupati Aceh Barat, H. Ramli, MS., Kamis kemarin, mengukuhkan kelulusan Tenaga Harian Lepas (THL) Peserta Seleksi Penerimaan Pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Non-PNS RSUD Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh. Dari 1.200 peserta tes, tidak satupun dinyatakan gugur oleh bupati.
Keputusan itu sontak membuat publik bertanya-tanya. Berdasarkan pengumuman pihak manajemen rumah sakit, Senin, 23 Juli 2018 sore, hanya 500 dari 1.200 peserta Seleksi Penerimaan Pegawai BLUD Non-PNS, yang dinyatakan lulus. Kamis kemarin, seluruh peserta tes dinyatakan lulus semua oleh bupati.
Selain itu, Ramli, dalam pidatonya, Kamis kemarin, berjanji seluruh pegawai honorer tersebut diberi honorarium atau upah Rp1 juta per bulannya. Sebelumnya, pegawai kontrak di RSUD CND Meulaboh hanya diupah Rp500 ribu per orang. Jika dikalkulasikan, pemerintah daerah harus mengeluarkan dana sebesar Rp1,2 miliar per bulannya untuk honorarium 1.200 pegawai honorer.
Dihubungi portalsatu.com/, Jumat, 27 Juli 2018 siang, Ramli mengatakan, keputusannya itu didasari keinginan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat atas lapangan pekerjaan di kabupaten yang sedang dipimpinnya itu. “Pemerintah ingin membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat. Semampu pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya, soal pengupahan Rp1 juta/bulan untuk 1.200 tenaga kontrak, sudah ia konsultasikan dengan Direktur RSUD CND, dr. H.M. Furqansyah, dan manajemen rumah sakit. Dari hasil rembuknya itu, ia putuskan untuk menggunakan uang tersebut sebagai upah para pegawai honorer.
“Hasil konsultasi ada uang yang tersimpan, sekian miliar, yang dapat difungsikan untuk upah pegawai honorer. Jadi kenapa tidak kita gunakan! 1,2 miliar untuk 1.200 pegawai itu wajar, karena jika dilihat dari tingkat pelayanan yang mereka berikan, seharusnya mencapai 40 miliar,” ucapnya.
Mengenai adanya pihak-pihak yang mempertanyakan keputusan yang telah diambilnya, tegas ia mengatakan, yang bersangkutan tidak paham seperti apa rasanya menjalankan roda pemerintahan. “Mereka kan bukan pemerintah. Jadi apa yang dipikirkannya berbeda dengan apa yang pemerintah sedang pikirkan,” ujarnya.
Ramli mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, saat ini sedang fokus meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. “Untuk masyarakat di gampong, kita juga beri berbagai sokongan ekonomi, seperti pinang, karet, dan dulu sempat kita beri bibit sawit, namun karena harga sawit anjlok, kita fokus ke pinang,” katanya.[]



